TANGSELIFE.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bakal membangun Kampung Wisata Tematik Bambu di Keranggan, Kecamatan Setu.

Lokasi pembangunan Kampung Wisata Tematik Bambu itu bakal dipusatkan di kawasan ekowisata Keranggan.

Kampung Wisata Tematik Bambu itu dibangun Pemkot Tangsel untuk mengoptimalkan ekonomi kreatif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Asisten Daerah 3 Pemkot Tangsel Muqodas Syuhada menerangkan, Kampung Wisata Tematik Bambu di Tangsel itu ditargetkan rampung pada 2025 mendatang.

Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan untuk pembangunan Kampung Wisata Tematik Bambu. Salah satunya dengan meresmikan Pasar Ekonomi Kreatif yang menjadi langkah awal.

Muqodas menerangkan, pembangunan Kampung Wisata Tematik Bambu itu nantinya akan memanfaatkan sempadan atau tepian Sungai Cisadane.

“Setelah kita hitung ada sekira 70 hektare sempada Sungai Cisadane yang akan dimanfaatkan untuk Kampung Tematik Wisata Bambu,” kata Muqodas.

Kampung Wisata Tematik Bambu, Jadi Pusat Bambu Dunia

Lebih jauh, Muqodas menuturkan, bahwa pihaknya juga ingin menjadikan Tangsel sebagai kota bambu yang menjadi pusat bambu di dunia.

Hal itu akan diwujudkan dengan menanam ratusan jenis bambu di sepanjang 70 hektare di sempadan Sungai Cisadane. Bambu yang ditanam tak hanya dari Indonesia, tapi juga dari negara lain di dunia.

“Ada 176 bambu Indonesia yang akan ditanam dan beberapa bambu dari Kolombia, Cina dan India kita juga tanam di sempadan Sungai Cisadane. Kita ingin jadikan Tangsel salah satu pusat bambu dunia,” ungkapnya.

Selain menanam bambu, Muqodas menuturkan, masyarakat sekitar juga akan diberdayakan untuk mengelola dan meningkatkan geliat ekonomi kreatif di Tangsel.

Saat ini, pihaknya bahkan menggelar pelatihan pembuatan rumah bambu yang dapat dibongkar pasang. Menurutnya, hal ini jadi potensi industri karena banyak peminatnya.

“Masyarakat ada 10 orang yang sudah dilatih membuat rumah bambu. Ada lagi kerajinan lain, ada pentas seni, ada homestay, ada industrinya yang menunjang berjalannya ekonomi di pasar ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Intan
Editor
Intan
Reporter