TANGSELIFE.COM- Aksi dua pria yang diduga menempelkan stiker QR code judi online mendadak viral di media sosial.
Rekaman video tersebut memperlihatkan modus yang terbilang nekat, menempelkan kode matriks di fasilitas umum dan kendaraan warga.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kini, aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta motif para pelaku.
Terekam Kamera, Pelaku Tempel Stiker QR Judi Online Lalu Foto Lokasi
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria mengenakan kaus oranye dan topi merah muda menempelkan stiker pada sepeda motor yang terparkir serta di dinding sekitar lokasi.
Setiap kali selesai menempel, pelaku terlihat memotret hasil tempelannya menggunakan ponsel.
Sementara satu pria lainnya menunggu di atas sepeda motor tanpa pelat nomor atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Setelah menjalankan aksinya, keduanya meninggalkan lokasi.
Pengunggah video menyebut QR code yang dipasang tersebut mengarah ke situs judi online setelah dipindai.
Polisi Lakukan Identifikasi dan Pendalaman
Menanggapi video yang viral, Polsek Pesanggrahan langsung bergerak melakukan identifikasi.
Kapolsek Pesanggrahan, Seala Syah Alam, menyampaikan bahwa pihaknya sedang mendalami kasus tersebut, termasuk meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.
Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan unsur pelanggaran hukum yang terjadi, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan jaringan promosi judi online.
Modus Baru Promosi Judol di Ruang Publik?
Fenomena ini menambah daftar panjang modus promosi judi online yang kian beragam. Jika sebelumnya marak lewat pesan singkat, media sosial, hingga siaran langsung, kini QR code ditempel di ruang publik menjadi cara baru menjaring korban.
Masyarakat diimbau tidak sembarangan memindai QR code yang ditemukan di tempat umum, terutama jika sumbernya tidak jelas. Risiko penipuan hingga penyalahgunaan data pribadi bisa mengintai.
Pihak kepolisian memastikan perkembangan kasus ini akan segera disampaikan ke publik setelah proses identifikasi rampung.
Di tengah derasnya arus digital, kewaspadaan menjadi benteng pertama. Jangan mudah tergoda, dan pastikan keamanan diri tetap menjadi prioritas.


