TANGSELIFE.COM- Empat anak di wilayah Serpong Utara, Kota Tangsel diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pria berinisial E.

Terduga pelaku merupakan tetangga mereka. Peristiwa itu diduga terjadi di sebuah rumah kontrakan.

Orang tua korban berinisial H mengungkapkan, awalnya ia tidak menaruh kecurigaan meski anaknya sempat mengeluhkan sakit di bagian anus.

Ia mengira keluhan tersebut hanya terkait gangguan pencernaan.

“Saya pikir cuma sakit biasa, ngga kepikiran yang aneh-aneh. Saya pikir cuma pup-nya keras aja,” kata H, ditulis Jumat, 20 Februari 2026.

Kronologi Bocah di Tangsel jadi Korban Pencabulan

Kasus tersebut mulai terungkap ketika seorang guru mencurigai adanya kemerahan pada leher salah satu korban.

Saat ditanya, korban awalnya tidak jujur, namun setelah dipersuasif mengaku bahwa kemerahan itu akibat dicium. Pendalaman lebih lanjut kemudian mengarah pada dugaan pencabulan.

H juga menyebut, sebelum kejadian, para korban diduga diberi minuman yang telah dicampur sesuatu oleh terduga pelaku.

“Dikasih kopi yang udah dicampur obat. Anak-anak sebelum dicabuli itu ya dikasih minum obat sama kopi,” tuturnya.

Dari tiga anak H yang menjadi korban, anaknya yang berusia lima tahun diduga mengalami perbuatan tersebut lebih dari sekali.

“Anak saya yang umur lima tahun ini sudah berkali-kali katanya,” terangnya.

Selain itu, para korban disebut sempat mendapat ancaman agar tidak menceritakan kejadian tersebut.

“Terus diancam ‘awas kalau sampai bilang sama mama lo, gue tonjok’ Jadi kan anak sekecil itu kan takut kan. Jangan kan ditonjok. Dicubit aja dia udah takut anak sekecil itu,” ungkapnya

Setelah mengetahui peristiwa tersebut, H mengaku sempat berdiskusi dengan keluarga karena terduga pelaku masih memiliki hubungan kekerabatan.

Namun, pertemuan itu tidak menghasilkan penyelesaian hingga akhirnya orang tua korban lainnya menempuh jalur hukum.

Ia berharap kasus itu dapat segera ditangani dan terduga pelaku mendapatkan hukuman sesuai perbuatannya.

“Makanya saya ingin cepat-cepat diadilin lah gitu. Saya kasian anak saya. Hancur saya, hancur. Apalagi kalau anak saya cerita,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, membenarkan adanya laporan terkait kasus tersebut. Ia mengatakan penanganan perkara kini masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Kasus ini masih dalam penyelidikan unit PPA Polres Tangerang Selatan,” ujarnya.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Andre Pradana
Reporter