TANGSELIFE.COM – Seperti apa nasib Epy Kusnandar usai jadi tersangka narkoba jenis ganja?

Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat resmi menetapkan Epy Kusnandar sebagai tersangka kasus narkoba pada Jumat 17 Mei 2024.

Epy Kusnandar dan rekannya bernama Yogi ditangkap di sekitar Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan, satu pekan sebelummnya.

Dari hasil penangkapan, penyidik menemukan barang bukti ganja seberat 122,34 gram yang terdiri dari daun ganja kering 4,18 gram dan biji ganja 8,16 gram.

Ganja kering seberat 4,18 gram tersebut disimpan di botol kaca mayonnaise dalam kulkas.

Sementara biji ganja seberat 8,16 gram disimpan pada plastik dalam bungkus rokok dan tiga kertas papir.

Belum genap satu pekan, nasib Epy Kusnandar usai jadi tersangka narkoba pun dipertanyakan.

Lantas, seperti apa nasib Epy Kusnandar usai jadi tersangka narkoba sekarang?

Nasib Epy Kusnandar Usai Jadi Tersangka Narkoba

Kasus narkoba yang menjerat pemain sinetron ‘Preman Pensiun’ itu akan diselesaikan melalui jalur keadilan restoratif atau restorative justice.

Keputusan tersebut berdasarkan surat Kabareskrim Polri Nomor 145 Tahun 2021 terkait dengan implementasi Perpol Nomor 8 Tahun 2021.

Restorative justice merupakan bentuk pendekatan sistem peradilan pidana yang berfokus pada rekonsiliasi atau upaya penyelesaian hukum dengan cara kesepakatan bersama.

“Proses terhadap saudara EK ini bagian daripada proses tindak pidana. Namun melalui keadilan restoratif,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Syahduddi.

Lebih lanjut, pemeran ‘Kang Mus’ itu akan direhabilitasi lantaran adanya pertimbangan kondisi kesehatan.

Aktor kelahiran 1 Mei 1964 itu diketahui mengidap tekanan darah tinggi hingga depresi.

“Saudara EK dari hasil pemeriksaan dokter, yang bersangkutan mengalami depresi dengan tekanan darah tinggi,” jelas Syahduddi.

“Saudara EK hasil pemeriksaan dari dokter yang bersangkutan mengalami kondisi depresi dengan indikator tekanan darah 230/91,” tukasnya.

“Atas dasar pertimbangan kemanusiaan, dirawat di RSKO Jakarta, yang nantinya akan kita lakukan proses rehabilitasi,” tandas Syahduddi.