TANGSELIFE.COM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengecam serangan Israel terhadap warga Gaza di Palestina.

Menlu Retno Marsudi bahkan menyebut akibat serangan Israel, warga Gaza bagai tinggal di neraka.

Bahkan, lanjut Menlu Retno, warga Gaza tidak memiliki akses untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan nyaris tidak ada tempat untuk melarikan diri.

“Saya sampaikan bahwa kekejaman Israel di Gaza yang telah berlangsung selama 138 hari telah melampaui segala logika pembenaran.”

“Lebih dari 29 ribu orang Palestina, dan ratusan orang di Tepi Barat telah dibunuh oleh Israel,” ujar Menlu Retno saat berpidato pada Foreign Ministers’ Meeting (FMM) G20 di Brasil, Rabu 21 Februari 2024 waktu setempat.

“Warga Gaza menghadapi ancaman genosida dan hidup dalam neraka kekejaman Israel. Pendeknya, tidak ada harapan bagi mereka,” lanjutnya.

Menlu Retno: Saya Minta Negara-negara G20 Tidak Diam

Dalam pernyataannya, Menlu Retno menegaskan bahwa apa yang terjadi di Gaza bukan sekadar bencana kemanusiaan, melainkan mimpi buruk geo-politik.

Terlebih, dampak dari serangan Israel sudah meluas, sehingga mengancam stabilitas serta keamanan global.

Oleh karena itu, Retno mengajak negara-negara anggota G20 untuk mengambil tindakan nyata untuk segera mengakhiri kekejaman tersebut.

Menlu Republik Indonesia wanita pertama itu menyatakan bahwa ada tiga hal terkait peran kolektif yang perlu dilakukan.

Pertama, negara-negara harus terus mendorong gencatan senjata permanen dengan segera dan dengan cara apa pun.

“Ini akan menjadi game-changer paling fundamental untuk menghentikan pertumpahan darah dan krisis kemanusiaan, serta untuk menciptakan situasi kondusif menuju negosiasi two-state solution,” tegasnya.

“Dengan gencatan senjata kita mendorong Israel untuk berhenti melakukan pelanggaran hukum internasional yang terus dilakukan,” tambah Retno.

Selanjutnya, Retno menekankan bahwa negara-negara G20 tidak boleh tinggal diam menyaksikan serangan brutal Israel ke warga Gaza, serta menghindari double-standards atau standar ganda.

“Saya meminta negara-negara G20 tidak tinggal diam menyaksikan Israel menghancurkan rumah sakit, sekolah dan kamp pengungsi,” tegasnya.

“Saya juga desak negara-negara G20 untuk meningkatkan dukungan bagi Palestina, termasuk untuk UNRWA dan justru bukan menghentikannya.”

“Di saat inilah, Palestina memerlukan solidaritas dan bantuan kita,” tutur Retno.

Terakhir, Retno meminta negara-negara G20 agar berkontribusi menurunkan ketegangan global, termasuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

“Saat ini, banyak sekali ketegangan dan konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia.”

“Kita juga harus akui teknologi seperti senjata siber, drone, dan AI juga menjadi ancaman baru bagi keamanan global,” terangnya.

Dengan demikian, Retno menyampaikan komitmen Indonesia untuk mendorong agar G20 dapat mengatasi permasalahan ini secara bersama.

“G20 harus bersatu dan harus menjadi katalis perubahan positif untuk setiap krisis,” tandas Retno lagi.