TANGSELIFE.COM – Hujan mengguyur sebagian wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada hari ini, Senin 13 Mei 2024, sekitar pukul 14.00 WIB.

Dengan turunnya hujan di sebagian wilayah Tangsel, seperti apakah kualitas udara Tangsel sore ini?

Kualitas udara Tangsel setelah diguyur hujan sore ini, Selasa 16 April 2024, bisa disimak di artikel ini.

Berdasarkan pantauan IQAir pukul 16.00 WIB, kualitas udara Tangsel berada pada tingkat tidak sehat dengan angka 162.

Adapun konsentrasi PM2.5 di Tangsel sebanyak 14,2 kali dari nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO).

Dengan demikian, disarankan agar para kelompok sensitif mengurangi aktivitas di luar ruangan/indoor.

Selain itu, kelompok sensitif diimbau agar mengenakan masker selama berkegiatan di luar ruangan.

Untuk menghindari paparan udara luar yang kotor, ada baiknya menutup jendela rumah dan menyalakan alat pembersih udara/air purifier.

Kualitas Udara Tangsel Terburuk Nomor 1 pada Senin 13 Mei 2024

Guyuran hujan pada Senin 13 Mei 2024 pukul 14.00 WIB tidak membuat kualitas udara Tangsel membaik.

Justru, kualitas udara di Kota Tangsel menempati urutan nomor 1 terburuk versi IQAir.

Di bawah Kota Tangsel, kualitas udara terburuk ditempati oleh Kota Bandung di Jawa Barat dengan indeks 124, disusul Kota Jakarta dengan indeks 94.

Kategori Kualitas Udara

Berikut kategori kualitas udara menurut laman IQAir:

– Kategori baik: tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

– Kategori sedang: kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

– Kategori sangat tidak sehat: memiliki rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

– Berbahaya: memiliki rentang PM2,5 sebesar 300-500, secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.