TANGSELIFE.COM– Mengenal enam rukun haji yang harus dikerjakan oleh jemaah haji agar ibadah sah dan mendapat keutamaan.

Ibadah haji ini merupakan rukun Islam yang ke-5 yang wajib dikerjakan bagi umat muslim yang mampu.

Berbeda dengan umrah, ibadah haji hanya dapat dilaksanakan pada waktu tertentu dan puncaknya tanggal 9 Dzulhijjah.

Adapun, untuk tata pelaksanaan ibadah haji ini dilakukan sesuai berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku, disebut sebagai rukun haji.

Apabila seseorang meninggalkan rukun haji secara sengaja atau pun tidak sengaja, maka ibadah hajinya menjadi tidak sah.

Rukun Haji Menurut Empat Mazhab

1. Mahzab Hanafi

Ini merupakan mahzab yang paling sederhana dalam menetapkan rukun ibadah haji, sebab Mahzab Hanafi hanya menetapkan dua perkara yakni wukuf di Arafah dan Thawaf Ifadah.

Maka diluar dari dua perkara tersebut dianggap bukan termasuk rukun ibadah haji bagi Mahzab Hanafi

2. Mahzab Hambali

Menurut Mahzab Hambali rukun ibadah haji hanya ada empat perkara di antaranya, berihram, wukuf di Arafah, Thawaf Ifadah, dan Sa’i.

3. Mahzab Maliki

Sama seperti Mahzab Hambali, rukun haji menurut Mahzab Maliki hanya ada empat perkara yakni wukuf di Arafah, Thawaf Ifadah, dan Sa’i antara Shafa dan Marwah.

4. Mahzab Syafi’i

Sementara itu, Mahzab Syafi’i merupakan mahzab yang paling banyak menetapkan perkara untuk rukun ibadah haji yakni ada enam.

Isi rukun haji menurut Mazhab Syaf’i di antaranya berihram, wukuf di Arafah, Tawaf Ifadah, Sa’i, mengundulkan kepala, dan tertib.

Mahzab Syafi’i ini menjadi mahzab yang perkara rukun ibadah hajinya paling banyak diikuti oleh jemaah haji.

6 Rukun Haji yang Wajib Diketahui Jemaah Haji

Rukun haji

Sebagai informasi, rukun haji adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan secara berurutan selama menjalankan ibadah haji dan tidak dapat digantikan dengan yang lain, termasuk membayar denda sekalipun.

Maka berikut yang termasuk rukun haji dilansir dari wesbsite Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), di antaranya:

1. Ihram

Ihram diartikan sebagai niat untuk memulai ibadah haji dengan memakai kain ihram, dilakukan dengan megambil miqat di tempat-tempat yang telah ditentukan serta melakukan shalat sunnah dua rakaat.

Niat ibadah haji yang dibaca ketika ihram adalah

Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi taala

Artinya: Aku berniat haji dengan berihram karena Allah Taala.

Adapun beberapa larangan yang harus dipatuhi oleh jemaah haji ketika berihram adalah memakai wewangian, memotong kuku dan rambut, mengadakan akad nikah, berhubungan suami istri, serta menutup wajah.

2. Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah merupakan proses puncak dari ibadah haji yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, dimulai dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya matahari.

Untuk wukuf di Arafah merupakan kegiatan di mana para jemaah haji berdiam diri di area padang Arafah dan dianjurkan untuk memperbanyak baca talbiyah, dzikir, istighfar, tahlil, shalawat, dan membaca Al-Quran.

3. Thawaf Ifadah

Rukun haji yang ketiga adalah Thawaf Ifadah yakni ibadah mengelilingi Kabah sebanyak tujuh putaran sambil berjalan kaki.

Thawaf dimulai dan diakhir pada arah yang sejajar dengan Hajar Aswad, di mana posisi Kabah akan selalu ada di sebelah kiri jemaah haji.

Aturan ketika melakukan Thawaf Ifadah ini harus suci serta bersih dari hadas kecil dan hadas besar.

4. Sa’i

Sa’i yakni ibadah yang dilakukan dengan cara berlari-larian kecil atau berjalan kaki dari bukit Shafa ke bukit Marwa sebanyak tujuh kali.

Perhitungannya adalah dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan sebaliknya dihiting satu kali.

5. Tahallul

Penanda selesainya rangkaian rukun haji adalah dengan melaksanakan tahallul atau memeotong rambut.

Bagi laki-laki disarankan untuk mencukur rambut hingga gundul, sementara untuk perempuan disarankan untuk sekurang-kurangnya memotong tiga hela rambut sepanjang jari.

6. Tertib

Tertib yang dimaksud dalam urutan rukun haji ini adalah jemaah harus melaksanakan tata cara rukun ibadah haji secara berurutan.

Rukun haji ini dimulai dari ihram sampai tahallul, apabila melalaikan salah satu di antaranya atau tidak menjalankan secara berurutan dianggap tidak sah.

Lantas, Apa Perbedaan Rukun Haji dan Umrah?

Perbedaannya terletak dari tidak adanya kegiatan ibadah wukuf di Arafah bagi jemaah umrah.

Ini artinya untuk rukun umrah hanya terdiri dari lima perkara yakni hram, Thawaf Ifadhah, Sai, Tahallul (mencukur rambut), dan Tertib.

Inti dari proses ibadah haji adalah melakukan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, sementara inti dari ibadah umrah hanya terletak di thawaf dan Sa’i.

Jihan Hoirunisa
Editor
Jihan Hoirunisa
Reporter