TANGSELIFE.COM- Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dipastikan menjadi salah satu fenomena langit paling dinantikan tahun ini.
Peristiwa astronomi ini akan menghiasi langit Indonesia sejak waktu magrib hingga malam hari, dengan durasi fase totalitas hampir satu jam.
Fenomena Gerhana Bulan Total yang kerap dijuluki sebagai blood moon ini membuat permukaan Bulan tampak berwarna merah tembaga.
Kabar baiknya, masyarakat dapat menyaksikannya secara langsung tanpa alat pelindung khusus karena aman bagi mata.
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam Almanak 2026, puncak Gerhana Bulan Total terjadi pada pukul 18.33.39 WIB.
Seluruh rangkaian gerhana, mulai dari fase penumbra hingga berakhir sepenuhnya, berlangsung sekitar 5 jam 39 menit.
Waktu terjadinya yang bertepatan dengan sore hingga malam hari menjadikan momen ini sangat ideal untuk diamati di berbagai wilayah Indonesia.
Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Indonesia
Gerhana berlangsung secara bertahap, dimulai dari fase penumbra, sebagian, totalitas, hingga kembali terang sepenuhnya. Berikut rincian waktunya di masing-masing zona waktu:
WIB (Waktu Indonesia Barat)
- Gerhana Penumbra mulai (P1): 15.44.22 WIB
- Gerhana Sebagian mulai (U1): 16.50.00 WIB
- Gerhana Total mulai (U2): 18.04.26 WIB
- Puncak Gerhana (MID): 18.34.52 WIB
- Gerhana Total berakhir (U3): 19.02.45 WIB
- Gerhana Sebagian berakhir (U4): 20.17.10 WIB
- Gerhana Penumbra berakhir (P4): 21.22.59 WIB
WITA (Waktu Indonesia Tengah)
- Gerhana sebagian mulai: 17.50 WITA
- Gerhana total mulai: 19.04 WITA
- Puncak gerhana: 19.33–19.34 WITA
- Gerhana total berakhir: 20.02 WITA
WIT (Waktu Indonesia Timur)
- Gerhana sebagian mulai: 18.50 WIT
- Gerhana total mulai: 20.04 WIT
- Puncak gerhana: 20.33–20.34 WIT
- Gerhana total berakhir: 21.02 WIT
Perlu diketahui, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Hal ini karena fase totalitas berlangsung setelah Bulan terbit.
Tak hanya Indonesia, wilayah Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, kawasan Pasifik, hingga sebagian besar Amerika juga dapat menikmati fenomena ini. Sementara itu, sebagian wilayah Eropa dan Afrika tidak dapat menyaksikan fase utama gerhana karena posisi Bulan masih berada di bawah cakrawala saat totalitas terjadi.
Mengapa Bulan Tampak Merah Saat Gerhana?
Istilah blood moon muncul karena saat gerhana total, warna Bulan berubah menjadi merah tembaga. Namun, warna tersebut bukan berasal dari Bulan itu sendiri.
Mengacu pada penjelasan dalam buku Tanya Jawab Sains: Fenomena Alam karya Taufik Hidayat, perubahan warna ini terjadi karena posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan.
Cahaya Matahari tidak langsung mencapai Bulan karena terhalang Bumi.
Cahaya yang melewati atmosfer Bumi mengalami proses penyaringan.
Warna biru lebih banyak tersebar dan tersaring, sedangkan warna merah lebih mudah diteruskan.
Warna merah inilah yang kemudian dipantulkan ke permukaan Bulan sehingga tampak kemerahan.
Fenomena ini mirip dengan warna langit saat matahari terbit atau terbenam.
Cara Aman dan Optimal Mengamati Gerhana Bulan Total
Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana bulan aman disaksikan tanpa kacamata pelindung khusus karena tidak memancarkan radiasi berbahaya bagi mata.
Agar pengalaman pengamatan lebih maksimal, berikut beberapa tips sederhana:
- Pilih lokasi terbuka dengan pandangan luas ke arah langit timur.
- Hindari area dengan polusi cahaya tinggi.
- Gunakan teropong atau teleskop untuk melihat detail permukaan Bulan saat fase totalitas.
Daftar Gerhana Sepanjang Tahun 2026
Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, terdapat empat peristiwa gerhana sepanjang 2026, yaitu:
- Gerhana Matahari Cincin: 17 Februari 2026
- Gerhana Bulan Total: 3 Maret 2026
- Gerhana Matahari Total: 12 Agustus 2026
- Gerhana Bulan Sebagian: 28 Agustus 2026
Dari seluruh peristiwa tersebut, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi salah satu yang paling dinantikan karena terjadi pada waktu pengamatan yang ideal dan memiliki durasi totalitas hampir satu jam.
Jika cuaca cerah, masyarakat Indonesia berkesempatan menikmati momen langit memerah yang jarang terjadi ini secara langsung tanpa alat bantu khusus.
Jadi, tandai kalender Anda dan siapkan waktu terbaik untuk menyaksikan pertunjukan alam yang spektakuler ini.


