TANGSELIFE.COM- Lembaga pendidikan kuliner Danish Culinary School menghadirkan pendekatan baru dalam penyajian makanan bagi siswa Sekolah Rakyat Tangsel (SRMA 33 Tangsel).
Jika sebelumnya makanan dibagikan menggunakan kotak makan atau ompreng, kini metode tersebut diubah menjadi konsep prasmanan layaknya hotel.
Perubahan ini dilakukan agar pengalaman makan para siswa menjadi lebih menyenangkan sekaligus memastikan makanan tetap hangat dan segar saat dikonsumsi.
Penyajian Baru Tanpa Mengubah Standar Gizi
Founder Danish Culinary School, Taufik Hidayat Syah, menegaskan bahwa perubahan metode penyajian tidak memengaruhi standar nutrisi yang telah ditetapkan sekolah.
Seluruh menu tetap disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang yang wajib dipenuhi dalam setiap hidangan.
Menurut Taufik, satu porsi makanan harus memuat komposisi nutrisi lengkap, mulai dari sumber energi hingga vitamin.
“Menu makanan tetap mengikuti standar gizi seimbang dari Sekolah Rakyat Tangsel. Setiap hidangan harus mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, serta buah,” jelasnya.
Sistem Menu Bergilir Agar Siswa Tidak Bosan
Selain menghadirkan konsep penyajian baru, Danish Culinary School juga menerapkan sistem cycle menu atau menu bergilir. Dengan metode ini, variasi makanan akan terus berubah secara berkala sehingga siswa tidak merasa bosan.
Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat siswa untuk menikmati makanan yang disediakan.
Sebelumnya, makanan bergizi sering dibagikan dalam kotak makan yang terkadang sudah tidak hangat ketika sampai ke tangan siswa. Akibatnya, sebagian makanan tidak dimakan dan berakhir terbuang.
“Melalui konsep prasmanan, siswa bisa langsung mengambil makanan yang masih panas dan fresh. Harapannya mereka lebih lahap dan tidak menyisakan makanan,” ujar Taufik.
Siswa Boleh Mengusulkan Menu Favorit
Menariknya, Danish Culinary School juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan variasi menu.
Masukan dari siswa mengenai makanan favorit mereka akan dihimpun dan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam menu berikutnya.
Langkah ini dilakukan agar hidangan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga sesuai dengan selera siswa.
“Kami menampung usulan menu dari para siswa. Jika memungkinkan, makanan favorit mereka akan kami sajikan pada hari berikutnya,” tambah Taufik.
Menu Sahur hingga Kudapan Sehat Selama Ramadan
Selama bulan Ramadan, pengaturan konsumsi siswa juga disesuaikan dengan jadwal ibadah puasa.
Danish Culinary School menyiapkan tiga kali makan utama serta dua kali kudapan setiap hari untuk memastikan kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi.
Menu sahur disusun dengan komposisi nutrisi lengkap, termasuk tambahan susu dan biskuit sebagai pelengkap energi. Sementara setelah salat tarawih, siswa disediakan jajanan sehat seperti bakso Malang, mi ayam, hingga kebab yang tetap mengikuti standar nutrisi sekolah.
Adapun jadwal konsumsi siswa selama Ramadan meliputi:
- Sahur
- Kudapan sahur
- Makan berbuka
- Takjil
- Makan setelah tarawih
Dalam satu waktu makan, tim dapur menyiapkan sekitar 150 porsi makanan. Dengan tiga kali makan utama setiap hari, total hidangan yang diproduksi mencapai sekitar 450 porsi per hari.
Melalui inovasi konsep prasmanan dan variasi menu yang terus berganti, Danish Culinary School berharap siswa Sekolah Rakyat Tangsel dapat menikmati makanan bergizi dengan lebih lahap sekaligus menjaga kesehatan selama menjalani aktivitas belajar.
