TANGSELIFE.COM – Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak. Bahkan lonjakannya terjadi dua kali lipat setiap pekannya.

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung baru-baru ini mengatakan bahwa gelombang ini diprediksi akan mencapai puncaknya dalam 2-4 minggu ke depan.

Kondisi kasus Covid-19 di Singapura melonjak tersebut, Ong Ye Kung meminta masyarakat untuk kembali menggunakan masker lagi.

“Ini awal gelompbang, dan gelombang ini akan terus meningkat. Dan akan mencapai puncaknya dua hingga empat minggu ke depan,” ujarnya, dikutip dari Economic Times, Senin, 20 Mei 2024.

Untuk kasus rawat inap harian sja terjadi peningkatan sekitar 250 dari jumlah 181 pada minggu sebelumnya.

Kendati demikian, kasus harian di unit perawatan intensif (ICU) tetap rendah yaitu tiga kasus, dibandingkan dua kasus pada minggu sebelumnya.

Untuk kepastian perlindungan, rumah sakit umum telah diminta untuk mengurangi kasus operasi elektif yang tidak mendesak.

Ong juga mendesak, badgi masyarakat yang berisiko mengalami sakit parah misalnya seperti lansia berusia 60 tahun ke atas, individu yang rentan secara medis, dan penghuni fasilitas perawatan lansia, untuk menerima dosis tambahan vaksin Covid-19.

Lebih lanjut Ong mengatakan, jika terjadi peningkatan dua kali lipat, maka akan ada 500 pasien Covid-19.

Namun, jika jumlah kasus meningkat dua kali lipat untuk kedua kalinya, maka akan ada 1.000 pasien.

“Maka harus ada 1.000 tempat diru, yang setara dengan satu rumah sakit daerah. Maka kami mempersiapkan pelayanan kesehatan menghadapi kemungkinan yang akan terjadi,” katanya.

Masyarakat juga diingatkan, untuk tidak mencari pengobatan di Unit Gawat Darurat rumah sakit jika gejalanya ringan atau jika mereka tidak memiliki kerentanan medis.

Varian Baru Dalam Kasus Covid-19 di Singapura

Untuk varian Covid-19 ini merupakan COVID-19 KP.1 dan KP.2 yang saat ini mencakup lebih dari dua pertiga kasus di Singapura.

Kedua varian tersebut termasuk dalam kelompok varian COVID-19 yang oleh para ilmuwan dijuluki “FLiRT”, sesuai dengan nama teknis mutasinya.

Varian tersebut merupakan turunan varian JN.1, yang menyebar dengan cepat ke seluruh dunia beberapa bulan lalu.

Awal bulan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan KP.2 sebagai Varian Dalam Pemantauan.

Virus ini juga merupakan strain yang dominan di Amerika Serikat dan telah terdeteksi di negara-negara seperti Tiongkok, Thailand, India, Australia, dan Inggris.

Sopiyan
Editor
Sopiyan
Reporter