TANGSELIFE.COM– Kerugian kebakaran hutan di Gunung Bromo ditaksir mencapai RP 5,4 miliar.

Total kerugian material sementara di Gunung Bromo ini berdasarkan perhitungan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).

Angka kerugian terhitung sejak pertama kali si jago merah melalap kawasan Gunung Bromo pada 6 September sampai 10 September 2023.

Diketahui bahwa kebakaran di kawasan Gunung Bromo disebabkan oleh flare dari pasangan yang sedang menggelar foto pranikah atau prewedding.

Kepala BB TNBTS Hendro Widjanarko mengatakan, kerugian mencapai Rp 5,4 miliar dengan total luas lahan yang terbakar dan alami kerusakan 504 hektar.

Kebakaran di Gunung Bromo Menyebabkan Kerugian Hinga Milyaran Rupiah.

Total kerugian Rp 5,4 miliar itu mencakup biaya pemadaman darat yang berlangsung selama empat hari mulai tanggal 6-10 September 2023.

Termasuk kerugian hilangnya habitat satwa dan terhentinya aktivitas wisata di kawasan tersebut yang membuat para penyedia jip, warung, hotel, homestay dan lainnya juga merugi.

Namun, kerugian ini masih diluar dari biaya water bombing atau pemadaman menggunakan helikopter yang dilakukan oleh Badan Nasional Penangganan Bencana (BNPB).

Selain itu, rusaknya jaringan pipa air masyarakat sekitar akibat dari kebakaran juga diluar dari total tersebut.

Rencananya biaya dari water bombing dan rusaknya pipa air masyarakat akan diganti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

TNBTS terpaksa harus menutup dan menghentikan seluruh aktifitas wisata dari empat pintu masuk ke Gunung Bromo dampak dari kebakaran ini.

“Kami terpaksa melakukan penutupan demi keamanan pengunjung dan mempermudah operasi pemadaman. Kalu kebakaran sebelumnya, kami tidak lakukan penutpan total,” ucap Hendro.

Kebakaran yaang dipicu oleh flare saat melakukan sesi foto pranikah ini cukup besar, hingga TNTBS harus mengambil langkah tersebut.

Penutupan kawasan TNBTS ditutup sejak 6-18 September 2023 dampak dari kebarana hutan dan lahan.

Sedangkan, proses pemadaman telah dilakukan sejak 6-14 September 2023 yang dilakukan oleh ratusan personel gabungan.

Adapun mayoritas lahan yang rusak merupakan kawasan savana.

Kini kawasan Gunung Bromo sudah mulai dibuka kembali untuk umum dan wisatawan mulai tanggal 19 September 2023.