TANGSELIFE.COM- Tips mengatasi KDRT pada anak yang wajib diketahui oleh orang tua agar tidak mengganggu kesehatan mental sang buah hati.

Pasalnya, trauma anak akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akan membekas di ingatannya dalam jangka panjang, bahkan bisa mempengaruhi karakter si anak.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Very Well Mind, dampak KDRT pada anak yang perlu diperhatikan di antaranya kecemasan, depresi, hingga post traumatic stress disorder (PTSD).

Ketika anak-anak mengalami atau bahkan hanya menyaksikan saja KDRT, maka itu akan menimbulkan trauma anak.

Maka dari itu, sebagai orang tua penting untuk mengatasi KDRT pada anak sesegra mungkin untuk menyelamatkan kesehatan mentalnya.

Berikut Cara Mengatasi KDRT pada Anak, Upaya Sebagai Pertolongan Pertama

Bentuk KDRT pada anak bisa berupa kekerasan dalam bentuk fisik seperti pemukulan dan lain sebagainya.

Kemudian, kekerasan emosional seperti sering berteriak, mengancam, hingga mempermalukan anak. Selain itu, bentuk KDRT pada anak yang terakhir adalah kekerasan seksual serta penelantaran anak.

Oleh sebab itu, melindungi anak dari tindakan KDRT itu sangat penting agar tidak mengguncang mental anak, walaupun tidak bisa dilupakan namun setidaknya anak bisa mengetahui cara mengontrol emosi dengan baik.

Maka berikut cara untuk mengatasi KDRT pada anak yang bisa dilakukan orang tua adalah sebagai berikut:

1. Prioritaskan keamanan anak

Cara mengatasi trauma anak akibat KDRT yang penting untuk dilakukan orang tua adalah dengan melindungi kepentingan dan kesejahteraan anak..

Orang tua harus mampu memberikan tempat yang aman untuk anak termasuk memberi dukungan yang dibutuhkan.

Hal ini perlu dilakukan agar tindakan kekerasan ini tidak berlanjut dan anak harus mendapatkan kesempatan tumbuh di lingkungan yang sehat.

2. Bantu anak untuk temukan pelindung

Jika menemukan anak yang menjadi korban KDRT, hal yang bisa dilakukan untuk membantunya adalah dengan temukan ia kepada pendukung atau pelindung.

Dalam kasus ini, tak hanya orang tua yang bisa diandalkan bisa dengan konselor sekolah, terapis, atau orang dewasa terpercaya lainnya.

Jika konselor sekolah menemukan kasus KDRT pada anak, maka wajib untuk melaporkannya ke pihak yang berwenang.

3. Ajak anak bicara

Ketika seorang anak mengalami trauma akibat KDRT biasanya mereka akan cenderung menyalahkan diri sendiri.

Maka peran orang tua atau pendukung lainnya adalah dengan mengajak anak berbicara dan beritahu bahwa kekerasan ini bukan kesalahan mereka.

Selain itu, anak juga harus diberi tahu bahwa ia tidak memiliki kewajiban untuk memperbaiki kerusakan dalam rumah tangga tersebut.

Beri ruang yang nyaman dan aman untuk anak agar mereka mau memberitahu bahwa mereka dapat menceritakan perasaan yang dialaminya.

4. Ajari anak tentang batasan

Trauma anak yang muncul akibat KDRT juga terkadang berdampak terhadap perilakunya, anak cenderung merasa kurang percaya diri atau bahkan perilakunya menjadi kasar.

Maka beri tahu anak bahwa tidak ada yang berhak menyentuh atau membuat mereka tidak nyaman, termasuk keluarga, guru, pelatih, atau figur otoritas lainnya.

Untuk sebaliknya juga ajari anak bahwa dia juga tidak berhak menyentuh tubuh orang lain.

5. Ajari anak tentang hubungan yang sehat

Dampak KDRT pada anak bisa mempengaruhi pandangannya terhadap hubungan yang romantis, termasuk cara berinteraksi dengan orang lain.

Ajari anak bagaimana cara interaksi yang sehat dan benar dalam rumah tangga dan bersosialisasi dengan orang lain.

Ingatkan selalu bahwa kekerasan tidak seharusnya ada dalam sebuah hubungan, berikan pemahaman terkait cara menyelesaikan perselisihan yang benar dan cara bersikap yang benar.

6. Minta bantuan profesional

Jika trauma anak akibat KDRT sudah berada di level yang cukup parah, segera minta bantuan profesional.

Ajak anak untuk ke terapis agar bisa membantunya bersikap lebih positif dan mengatasi stres yang dialaminya.

Lantas, Apa saja Dampak KDRT pada Anak?

Mengatasi KDRT pada anak
Bentuk KDRT pada anak bisa berupa kekerasan fisik, kekerasan emosional, kekerasan seksual, dan penelantaran

Sakit fisik akibat KDRT yang dialmi anak mungkin akan sembuh dengan sendirinya, sementara luka batin yang dialaminya akan membekas cukup lama.

Berikut dampak KDRT pada anak:

1. Depresi

Jika anak tumbuh dilingkungan yang tidak sehat, penuh kekerasan, dan tekanan, maka ketika dewasa rentan menjadi depresi.

Trauma akibat KDRT ini bisa membuat mental anak terganggu dan mudah mengalami depresi, kesedihan, gangguan konsentrasi, dan lainnya.

2. Gangguan kesehatan

KDRT yang dialami anak selain bisa mengganggu kesehatan mental, bisa juga mengganggu kesehatannya.

Anak yang mengalami KDRT rentan terkena penyakit jantung, obesitas, hingga diabetes.

Hal ini tertuang dalam penelitian yang berjudul Long Term Physical Health Consequences of Adverse Childhood Experiences, penyakit di atas memiliki kaitan langsung dengan kekerasa fisik dan verbal yang dialami anak.

3. Mempengaruhi perilaku anak

Berdasarkan data dari Office on Women’s Health, anak laki-laki yang meliha ibunya mendapatkan KDRT memiliki kemungkinan 10 kali lebih besar melakukan hal yang sama terhadap pasangannya ketika dewasa.

Sedangkan, anak perempuan yang menyaksikan ibunya mendapat KDRT mempunyai kemungkinan 6 kali lebih besar mengalami hal yang serupa.

 

Jihan Hoirunisa
Reporter