TANGSELIFE.COM– Simak tips menghilangkan trauma KDRT untuk para korban sebagai langkah awal penyembuhan.

Bahasan terkait kekerasan dalam rumah tanggah (KDRT) memang kini sedang hangat kembali bentuknya bisa berbeda-beda, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, hingga kekerasan penelantaran rumah tangga.

Para korban yang mengalami trauma KDRT tentunya membutuhkan banyak waktu untuk bisa menyembuhkan diri dan move on.

Dampak yang dirasakan oleh korban KDRT ini bisa berupa luka fisik dan trauma psikologis, yang mana proses penyembuhannya akan memakan waktu yang lama.

Meski demikian, ada sejumlah cara untuk menghilangkan trauma KDRT untuk para korban agar bisa move on dan berdamai dengan keadaan.

Berikut Cara Menghilangkan Trauma KDRT untuk Para Korban Agar Cerpat Berdamai

Cara hilangkan trauma KDRT

Sebagai informasi, trauma merupakan suatu keadaan terluka atau perasaan sakit berat yang dipicu oleh peristiwa menyedihkan, menegangkan, hingga mengancam yang dialami secara langsung atau tidak langsung.

Para korban KDRT membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sembuh dari trauma yang dialaminya, namun harus tetap disembuhkan dengan segera.

Pasalnya, trauma KDRT bisa mengganggu produktivitas para korbannya, termasuk interaksi sosial, dan mengganggu pekerjaan.

Untuk itu berikut tips hilangkan trauma untuk korban KDRT, di antaranya:

1. Datangi tenanga profesional

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk menghilangkan trauma KDRT adalah dengan mendatangi tenaga profesional.

Korban KDRT bisa mencoba datang ke psikolog atau konseling untuk mendapatkan bantuan.

Salah satu metode yang direkomendasikan adalah dengan memberi ruang untuk korban KDRT mengekspresikan emosi dan berbicara tentang pengalaman yang dialaminya.

Para tenaga profesional ini bisa membantu korban untuk kembali memperkuat rasa kesadaran diri.

2. Mulai untuk mencintai diri sendiri

Para korban KDRT juga mulai harus belajar mencintai diri sendiri agar bisa sembuh dari trauma yang dialaminya.

Memberi perhatian penuh pada diri sendiri yang disertai dengan rasa sayang menjadi salah satu upaya untuk mengatasi gejala dari trauma KDRT.

Cara untuk mencintai diri sendiri bisa dimulai dengan berhenti menyalahkan diri sendiri dan jangan berpikiran negatif.

3. Perbaiki gaya hidup

Seperti yang disinggung di awal, KDRT ini bisa mengganggu produktivitas para korbannya maka salah satu cara untuk menyembuhkannya adalah dengan perbaiki gaya hidup.

Para korban KDRT ini bisa mulai untuk berolahraga, perbaiki pola tidur, kurangi stres, dan mulai untuk makan sehat.

4. Menemukan dukungan

Untuk menghilangkan trauma KDRT salah satunya adalah dengan berada di lingkungan yang mendukung, contohnya berada dekat dengan orang tua, teman, atau sahabat .

Berada di lingkungan yang tepat dan mendukung bisa membuat korban cepat pulih dari trauma yang dialaminya.

5. Jangan menyalahkan diri sendiri

Trauma dari kekerasan rumah tangga bisa mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir secara objektif, sehingga korban tidak bisa berpikir jernih dan cenderung menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.

Maka langkah yang paling tepat adalah dengan menyadarkan korban bahwa ia tidaklah bersalah atas kondisi ini dan ingatkan terus bahwa hubungan yang dijalaninya tidak sehat.

6. Tetapkan standar baru

Cara menghilangkan trauma KDRT adalah dengan mulai menetapkan setandar baru sebelum memulai hubungan dengan seseorang.

Para korban KDRT harus menetapkan standar baru agar dapat membantu mengurangi ketakutan yang timbul pasca peristiwa kekerasan.

7. Pengobatan atau perawatan medis

Jika level trauma KDRT sudah pada tahap yang berat seperti menimbulkan gangguan kecemasan dan depresi, maka bisa disembuhkan dengan obat dan perawatan medis untuk meringankan gejala trauma.

Pengobatan ini harus di bawah bimbingan psikolog atau psikater, serta obat yang dikonsumsi harus berdasarkan resep dokter.

Jihan Hoirunisa
Reporter