TANGSELIFE.COM – Setelah ramai menggelar CFD di BSD dan Bintaro, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menyiapkan konsep kegiatan serupa di malam hari.

Car Free Night di Tangsel ini nantinya diharapkan bukan sekadar menjadi kawasan bebas kendaraan, tetapi juga bisa menjadi ruang publik dan destinasi wisata baru bagi warga.

Rencana tersebut kini masih dibahas Pemkot Tangsel bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Pemkot Mulai Kaji Rencana Car Free Night di Tangsel

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Tangsel, Mohammad Ervin Ardani mengatakan, rencana menghadirkan CFN merupakan arahan Wali Kota Tangsel untuk menghidupkan aktivitas masyarakat pada malam hari.

“Pak Wali juga meminta ada Car Free Night. Nanti kami akan coba bahas dulu konsepnya seperti apa,” ujar Ervin.

Ervin mengatakan, salah satu hal yang masih dikaji adalah lokasi yang nantinya digunakan. Pemkot ingin memastikan pelaksanaan Car Free Night di Tangsel tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat.

Antusiasme warga dalam pelaksanaan CFD menjadi salah satu alasan munculnya rencana tersebut. CFD di BSD maupun Bintaro diketahui mampu menarik belasan ribu pengunjung.

CFD Tangsel Bakal Diperluas Ke 7 Kecamatan

Selain menyiapkan Car Free Night, Pemkot Tangsel juga berencana memperluas pelaksanaan CFD ke tujuh kecamatan.

Saat ini, Pemkot masih menginventaris ruas jalan yang dianggap memungkinkan untuk menjadi lokasi CFD.

“Kami memang merencanakan keliling di tujuh kecamatan nantinya. Tetapi kami harus menginventarisasi jalan-jalan mana yang memungkinkan dan membahasnya bersama dinas terkait,” katanya.

Ke depan, CFD juga direncanakan menjadi tempat pelayanan berbagai kebutuhan masyarakat. Layanan keimigrasian, kepolisian hingga perizinan disebut bakal ikut dihadirkan.

Sementara bagi pelaku UMKM, CFD menjadi salah satu ruang untuk menggerakkan usaha. Sekitar 250 UMKM rutin berjualan dalam setiap penyelenggaraan.

Pemkot Tangsel juga memberikan Golden Ticket kepada pedagang yang menerapkan perilaku ramah lingkungan, seperti memilah sampah, menggunakan tumbler, dan menghadirkan produk inovatif.

(Penulis: Najwa Rizkiana – Prodi Jurnalistik – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi)

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
Dwi Oktaviani
Editor