TANGSELIFE.COM- Samsung Galaxy S26 Ultra kini telah terdaftar di situs Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian, menandai kesiapan awal sebelum peluncuran resmi di Tanah Air.

Ponsel flagship terbaru Samsung ini dalam laman TKDN Kemenperin tercatat dalam kode model SM-S948B dan memperoleh nilai TKDN 37,50 persen.

Angka tersebut sama dengan dua model lain dari Samsung Galaxy S26 Ultra di lini yang sama, yakni Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus, yang lebih dulu muncul.

Meski demikian, lolos TKDN belum berarti perangkat ini bisa langsung dijual.

Samsung masih harus mengantongi sertifikasi Postel dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Hingga saat artikel ini dibuat, ketiga model Galaxy S26 Series belum terlihat dalam database pengujian Postel.

Jadwal Rilis Samsung Galaxy S26 Ultra Mulai Terungkap

Samsung juga belum mengumumkan Galaxy S26 Series secara resmi.

Namun, rumor yang beredar menyebutkan bahwa Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra akan diperkenalkan pada 25 Februari mendatang, bersamaan dengan pembukaan masa preorder global.

Sambil menunggu pengumuman resmi, bocoran spesifikasi Galaxy S26 Ultra sudah ramai diperbincangkan, terutama terkait desain baru, kamera, dan performa AI.

Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra

Galaxy S26 Ultra disebut mengusung desain modul kamera oval yang menampung empat lensa utama.

Desain ini diklaim membuat tampilan belakang lebih rapi dan ergonomis dibanding generasi sebelumnya.

Sudut bodinya memiliki radius kelengkungan yang sama dengan Galaxy S26 reguler, memberikan kesan desain yang lebih seragam.

Materialnya menggunakan Gorilla Glass Victus generasi terbaru dengan bezel semakin tipis khas ponsel flagship Samsung.

Perangkat ini dirumorkan hadir dalam empat pilihan warna, yakni hitam, putih, ungu, dan biru, dengan tata letak tombol serta port yang tetap familiar bagi pengguna setia Galaxy.

Untuk sektor layar, Galaxy S26 Ultra akan dibekali panel Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,9 inci, resolusi QHD+, dan refresh rate adaptif hingga 120Hz.

Panel OLED M14 ini juga dilengkapi fitur AI Privacy, yang diklaim mampu meningkatkan keamanan visual pengguna.

Di sektor performa, Galaxy S26 Ultra disebut akan hadir dalam dua varian chipset, yakni Exynos 2600 untuk pasar Korea Selatan dan sebagian Asia, serta Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk pasar global.

Keduanya diproduksi dengan arsitektur 2nm, yang diklaim menjadi yang pertama di dunia.

Samsung menjanjikan peningkatan efisiensi daya serta lonjakan performa Neural Processing Unit (NPU) hingga 113 persen, terutama untuk kebutuhan AI on-device.

Ponsel ini akan dibekali RAM hingga 16 GB dan memori internal sampai 1 TB, tanpa slot microSD.

Sistem operasinya berbasis One UI 8.5 dengan peningkatan Galaxy AI, termasuk widget dinamis, optimasi baterai berbasis machine learning, serta integrasi ekosistem Galaxy yang semakin mulus.

Sektor kamera menjadi daya tarik utama Galaxy S26 Ultra. Konfigurasi kamera belakangnya terdiri dari:

  • Kamera utama 200 MP ISOCELL HP2 dengan variable aperture f/1.4–f/4.0
  • Ultrawide 50 MP Samsung JN3
  • Telephoto 50 MP (3,5x zoom) IMX854, naik signifikan dari generasi sebelumnya
  • Periscope telephoto 50 MP dengan 8x optical zoom (184 mm)

Rumor lain menyebutkan Samsung masih menguji kemungkinan penggunaan sensor telephoto 200 MP dengan teknologi All Lenses on Prism (ALoP) untuk menjaga bodi tetap ramping.

Sementara kamera depan mengandalkan sensor 12 MP Sony IMX874 dengan peningkatan warna kulit dan minim lens flare.

Galaxy S26 Ultra diperkirakan tetap membawa baterai 5.000 mAh, namun dengan efisiensi lebih baik berkat chipset baru.

Pengisian daya kabel meningkat hingga 60W, yang diklaim mampu mengisi 75 persen baterai dalam 30 menit.

Sementara itu, wireless charging ditingkatkan menjadi 25W, didukung teknologi magnetic case yang konsepnya mirip MagSafe.

Perkiraan Harga Samsung Galaxy S26 Ultra

Di pasar Amerika Serikat, harga Galaxy S26 Ultra diprediksi mulai dari USD 1.299 atau sekitar Rp 21,8 juta.

Untuk pasar Indonesia, estimasinya berada di kisaran Rp 23 juta hingga Rp 25 juta, tergantung varian RAM dan penyimpanan.

Samsung disebut akan mempertahankan rentang harga ini agar tetap kompetitif menghadapi Apple serta produsen ponsel China di segmen flagship premium.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter