TANGSELIFE.COMKanker merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang banyak menyerang kaum wanita.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), di sepanjang tahun 2020 terdapat 213.546 kasus kanker yang menyerang wanita Indonesia.

Jenis kanker terbanyak menyerang wanita yakni kanker payudara dengan jumlah 65.858 kasus baru atau 30,8% dari total kasus kanker yang diderita wanita Indonesia tahun 2020.

Selanjutnya, jenis kanker di urutan kedua yakni kanker serviks atau leher rahim dengan jumlah 36.633 kasus baru, kanker ovarium sebanyak 14.896 kasus baru, dan kanker kolorektal sebanyak 12.425 kasus baru.

Penyebab Kanker

Penyebab kanker paling utama adalah perubahan (mutasi) genetik sel menjadi tidak normal atau abnormal dan tumbuh secara tidak terkendali.

Adapun faktor pemicu pertumbuhan sel kanker tidak hanya dipicu satu faktor dan tergantung pada jenis kankernya.

Secara umum, faktor penyebab terjadinya mutasi genetik pada sel-sel normal antara lain:

– Riwayat penyakit kanker dalam keluarga

– Kebiasaan merokok

– Infeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HPV

– Usia di atas 65 tahun, meski sebagian jenis kanker lebih banyak terjadi pada anak-anak

– Paparan radiasi, zat kimia (seperti asbes atau benzene), atau sinar matahari

– Paparan hormon dalam kadar tinggi atau jangka panjang

– Obesitas

– Kurang banyak bergerak dan tidak rutin berolahraga

– Penyakit yang menyebabkan peradangan jangka panjang, seperti kolitis ulseratif

– Daya tahan tubuh menurun, misalnya akibat menderita HIV/AIDS

5 Jenis Kanker Paling Banyak Menyerang Wanita

1. Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum yang menyerang wanita sekaligus menjadi penyebab utama kedua kematian akibat kanker di Amerika Serikat.

Kanker payudara bisa terjadi pada usia berapa pun, tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.

2. Kanker Serviks

Hampir semua kasus jenis kanker serviks disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV).

HPV adalah infeksi yang sangat umum yang dapat menyebar selama kontak kulit-ke-kulit dengan bagian tubuh yang terinfeksi, tidak hanya saat berhubungan seks.

3. Kanker Ovarium

Jenis kanker ini tumbuh dan berkembang pada ovarium atau indung telur yang berada di sisi kanan dan kiri rahim.

Gejala awal yang umumnya dirasakan yakni perut terasa kembung, sakit perut, penurunan berat badan, hingga frekuensi buang air kecil yang meningkat.

Wanita yang memiliki sedikit anak, pernah mengalami kanker payudara atau telah melakukan terapi pengganti estrogen memiliki risiko tinggi terkena penyakit kanker ovarium.

4. Kanker Usus/ Kolorektal

Kanker kolorektal (CRC) adalah kanker yang dimulai di usus besar atau rektum.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker kolorektal diantaranya aktivitas fisik, diet tinggi daging merah dan olahan, kelebihan berat badan, merokok, penggunaan alkohol, dan riwayat pribadi atau keluarga kanker kolorektal atau polip.

5. Kanker Kulit

Sering terpapar sinar ultraviolet, kulit sering terbakar, daya tahan tubuh, genetik, dan terpapar bahan kimia seperti arsenik dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Gejala yang ditimbulkan kanker kulit tergantung dengan jenisnya.

Pada Karsinoma Sel Basal (BCC), gejalanya dapat terlihat dari adanya benjolan lunak dan mengkilap, lesi berbentuk datar pada kulit berwarna coklat gelap atau coklat seperti daging.

Cara Pencegahan Risiko Terkena Kanker

Mengutip www.cancer.org, berikut cara menghindari dan menurunkan risiko kanker:

– Jauhi rokok

– Senantiasa aktif secara fisik

– Makan lebih banyak makanan bergizi termasuk buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian

– Hindari atau batasi makanan olahan, daging merah, minuman manis, dan biji-bijian olahan

– Hindari minum alkohol atau tidak mengonsumsi lebih dari 1 minuman per hari

– Lindungi kulit dari sinar matahari

– Kenali diri sendiri, riwayat keluarga, dan risiko.

– Dapatkan pemeriksaan rutin dan tes skrining kanker yang direkomendasikan

Untuk mencegah kanker, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pun menggalakkan program perilaku CERDIK, yakni:

– Cek kesehatan secara berkala

Konsultasikan dengan dokter mengenai perlunya tes skrining kanker berdasarkan faktor risiko yang Anda miliki.

– Enyahkan asap rokok

Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai jenis kanker, terutama kanker paru-paru.

– Rajin aktivitas fisik

Rutin berolahraga selama setidaknya 30 menit setiap harinya.

– Diet sehat dengan kalori seimbang

Perbanyak makan buah-buahan, sayuran, biji-bijian (misalnya gandum), dan makanan yang kaya akan protein.

– Istirahat yang cukup

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

– Kelola stres

Stres berlebihan dan berkepanjangan dapat menyebabkan munculnya kanker.