TANGSELIFE.COM– Betis sakit merupakan hal yang cukup umum terjadi usai menjalani aktivitas haian yang padat dan berat.

Rasa nyeri pada betis ini memiliki level yang berbeda-beda, mulai dari nyeri ringan seperti pegal-pegal saja hingga nyeri berat seperti tertusuk-tusuk.

Adapun betis sakit ini juga kerap dikaitkan dengan kram otot yang bisa sembuh dengan sendirinya atau hanya memerlukan pijatan saja.

Untuk penyebab nyeri betis ini juga bisa beragam, seperti menahan otot di posisi yang terlalu lama, kurang minum air putih, hingga menjadi salah satu gejala asam urat.

Maka Anda perlu mengenali apa saja penyebab betis sakit dan cara menanganinya.

Berikut Penyebab Betis Sakit yang Harus Diwaspadai dan Cara Mengatasinya

Nyeri pada betis biasanya akan disertai juga dengan pembengkakan, kaki terasa lemas, dingin dan pucat pada area yang sakit, kesemutan atau matis rasa, hingga ada sensasi panas.

Meskipun pada umunya betis sakit bisa diobati secara mandiri di rumah, tapi ada penyebab lain yang memerlukan perawatan medis.

Maka berikut penyebab nyeri pada betis dan cara mengobatinya yang perlu diketahaui:

1. Kram otot

Biasanya nyeri betis diakibatkan karena kram otot yang terjadi akibat olahraga atau melakukan aktivitas yang baru.

Selain itu, pemicu timbulnya kram otot juga bisa karena dehidrasi, cedera otot, dan kekurangan mineral.

Seseorang yang nyeri betis akibat kram otot ini terjadinya secara tiba-tiba dan hanya berlangsung beberapa menit saja.

Untuk mengatasinya hanya perlu melakukan pijatan secara lembut, peregangan, mengompres dengan air hangat, hingga mengoleskan dengan balsem atau cream untuk mengobati pegal-pegal.

2. Otot tegang

Penyebab dan mengatasi betis sakit
Penyebab betis sakit bisa dikarenakan otot tegang

Betis sakit ini juga bisa terjadi akibat kelelahan, beraktivitas secara berlebihan dengan beban yang berat atau sejenisnya.

Kegiatan yang membuat otot betis menjadi tegang di antaranya berlari, berenang, bersepeda, dan angkat beban.

Maka untuk mengatasi nyeri betis akibat otot tegang ini adalah dengan mengompres area yang sakit menggunakan air dingin atau panas.

Selain itu, perbanyak istirahat dan berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari pada pinggul, lalu segera ke dokter jika ketegangan otot terasa parah hingga menimbulkan robekan.

3. Asam urat

Nyeri pada betis juga bisa disebabkan karena peradangan sendi akibat terlalu banyak kandungan asam urat di dalam darah.

Pasalnya, apabila asam urat tinggi maka kristal tajam yang terbentuk akan menusuk-nusuk bagian sendi di dalam tumbuh.

Meskipun awalnya hanya menyerang bagian persendian saja, namun jika tidak diobati akan menyebar kebagian lainnya.

Hal ini lah yang bisa menjadi pemicu timbulnya rasa pegal hingga nyeri parah pada bagian betis.

Apabila asam urat sedang tinggi makan hindari makanan yang mengandung tinggi purin, perbanyak konsumsi vitamin C, dan segera ke dokter apabila gejala semakin parah.

4. Memar

Faktor yang membuat betis sakit ini bisa karena cedera atau luka jatuh maupun terbentur, sehingga timbul memar.

Biasanya rasa sakit betis akibat memar ini juga ditandai adanya perubahan warna kulit seperti rembesan darah.

Hal itu terjadi karena pecahnya jaringan kapiler di bawah kulit yang memicu timbulnya nyeri dan sakit.

5. Peradangan pada area tendon

Tendon achelis merupakan otot betis yang menjadi penghubung ke tulang tumit dan memiliki fungsi untuk berjalan, berlari, dan melompat.

Ciri-ciri radang tendon ini salah satunya adalah sakit betis atau nyeri di bagian belakang kaki, ada pembengkakan, hingga gerak kaki yang terbatas.

Cara mengatasi nyeri betis akibat peradangan ini adalah dengan menerapkan metode RICE yakni istirahat, es, kompres, dan angkat.

6. Kista Baker

Kista baker juga kerap disebut sebagai kista popliteal yang biasanya timbul di bagian belakang lutut.

Ciri-cirinya adalah muncul benjolan di belakang lutut yang membuat penderitanya tidak bisa meluruskan kaki dengan lancar.

Akibat kista baker ini maka memicu pembengkakan, kemerahan, hingga nyeri yang menjalar ke area betis.

Biasanya kista baker akan hilang dengan sendirinya, namun jika tak kunjung membaik segera pergi ke dokter.

7. Pembekuan darah di vena

Kondisi ketika darah di pembuluh vena yang ada di lengan, kaki, dan betis ini membeku disebut trambosis vena.

Pembekuan ini bisa terjadi karena banyak faktor mulai dari duduk dalam waktu yang lama, merokok, hingga komplikasi pengobatan.

Trombosis vena ini juga bisa membuat sakit betis, karena aliran darah tidak lancar dan menimbulkan kebengkakan.

Ini termasuk masalah yang cukup serius, sehingga untuk menanganinya memerlukan bantuan medis profesional.

8. Kerusakan saraf

Kerusakan saraf yang mempengaruhi kaki, tungkai, lengan, dan tangan disebut Neuropati perifer diabetik (DPN).

Faktor yang mempengaruhi kerusakan saraf ini di antaranya gula darah tinggi atau diabetes, genetik, atau peradangan saraf berlebihan.

Jika mengalami DPN maka segera konsultasikan ke dokter, sebelum rasa sakit betis semakin menyebar.

Jihan Hoirunisa
Reporter