TANGSELIFE.COMGunung Marapi di Sumatera Barat menjadi salah satu gunung yang digemari pendaki. Ada 3 jalur pendakian Gunung Marapi yang dapat dilalui untuk sampai puncak.

Gunung Marapi merupakan salah satu gunung merapi aktif di Indonesia. Ada sejumlah jalur pendakian yang bisa kamu lalui dengan aman ketika mendaki gunung minangkabau ini.

Diketahui, Gunung Marapai Sumbar ini memiliki ketinggian hingga 2.885 meter. Gunung ini menjadi salah satu favorit pendaki sebelum terjadi erupsi beberapa hari lalu.

Dari informasi yang dihimpun, ada tiga jalur pendakian yang bisa kamu lalui untuk mendaki Gunung Marapi.

Tiga jalur ini diklaim oleh sejumlah pendaki dan pemandu di Gunung Marapi sebagai jalur pendakian yang termasuk aman, bahkan untuk mendaki di malam hari.

Tiga jalur pendakian yang bisa dipilih untuk mendaki Gunung Marapi yakni Jalur Batu Palano, Jalur Aia Angek dan Jalur Pariangan.

Dikutip dari kompas, tiga jalur yang dapat dilalui pendaki untuk mendaki Gunung Marapi itu memiliki kriteria jalurnya sendiri

3 Jalur Pendakian Gunung Marapi

  1. Jalur Batu Palano

Jalur Batu Palano ini direkomendasikan untuk pendaki pemula yang akan mendaki ke Gunung Marapi. Mengapa begitu? karena jalur ini lebih banyak trek landai.

Saat pendaki kelelahan, banyak area datar di tiap pos nya yang dapat dijadikan untuk tempat camp beristirahat. Tentu ini jadi rekomendasi buat pendaki pemula yang mungkin mudah kelelahan.

Selain itu, di Jalur Batu Plano ini para pendaki juga akan mudah menemukan penjual kudapan di setiap posnya. Jadi bisa sambil isi ulang tenaga dengan camilan yang dijajakan.

Melalui Jalur Batu Palano ini, kamu bisa sampai ke puncak Gunung Marapi sekira 3-5 jam. 

  1. Jalur Pariangan

Jarak tempuh dari Jalur Pariangan menuju muncak Gunung Marapi ini hampir sama dengan mendaki dari jalur Batu Palano. Yakni sekira 3-5 jam sampai ke puncak.

Jalur ini pun menjadi jalur alternatif yang dipilih para pendaki jika Jalut Batu Palano sedang ramai wisatawan dan pendaki.

Tetapi, jalur ini memang tak seramai Jalur Batu Palano lantaran sempat dilakukan penutupan jalur usai adanya pendaki yang meninggal.

  1. Jalur Aia Angek

Jalur Aia Angek ini cocok untuk para pendaki senior yang suka terhadap tantangan saat mendaki gunung. Dibandingkan dua jalur sebelumnya, Jalur Aia Angek ini cukup terjal. Bahkan jalur ini juga cukup jauh dan memakan waktu terlalu banyak ketika ingin sampai puncak.

Jika mendaki lewat Jalur Aia Angek ini, diperkirakan akan sampai ke puncak sekira 5-8 jam pendakian. Dengan jalur yang terjal, tentu jalur ini tak cocok dilalui pendaki pemula.

Usai Erupsi, Jalur Pendakian Gunung Marapi Tak Ditutup

Diketahui, saat ini Gunung Marapi masih berstatus Waspada Level II. Status itu sebetulnya sudha berlaku sejak 2011 karena ada peningkatan aktivitas magma dari bawah gunung.

Pada 3 Desember 2023 lalu, Gunung Marapi ini mengalami erupsi. Erupsi ini mengejutkan semua pihak, terutama pendaki yang sudah terlanjur naik ke atas puncak.

Pasalnya, dari pengakuan korban selamat, tak ada tanda-tanda gunung akan erupsi seperti gempa. Akibat erupsi tiba-tiba itu, tercatat ada 11 pendaki dikabarkan tewas.

Sementara lebih dari 50 pendaki berhasil diselamatkan hasil evakuasi petugas yang berjibaku di tengah erupsi Gunung Marapi.

Meski masih berstatus waspada, tetapi jalur pendakian masih dibuka dengan terbatas. Jumlah pendaki akan dibatasi hanya maksimal 150 orang pada akhir pekan.

Para pendaki juga dilarang mendekati atau berada di radius 3 kilometer dari puncak. Pasalnya, kemungkinan erupsi terjadi masih cukup besar.

Intan
Editor
Intan
Reporter