TANGSELIFE.COM – Menjelang lebaran atau hari raya Idul Fitri 2026, industri rumahan dodol Betawi di Tangsel milik Titi Mugi Jaya yang terletak di jalan Cilenggang I, Kelurahan Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai kebanjiran pesanan.

Jika pada hari biasa produksi hanya 300 sampai 500 kilogram, namun menjelang lebaran ini produksi secara keseluruhan diprakirakan bisa mencapai kurang lebih 3 ton.

Pemilik dodol Betawi di Tangsel Titi Mugi Jaya, Adel (38) mengatakan, peningkatan pesanan mulai terasa sejak dua pekan sebelum bulan Ramadan.

“Pembeli dari berbagai kalangan. Mereka beli untuk konsumsi pribadi atau dibuat oleh-oleh atau hampers lebaran,“ kata Adel ketika ditemui di kediamannya, Kamis, 12 Maret 2026.

Proses pembuatan dodol Betawi Titi Mugi Jaya sendiri masih dilakukan dengan cara tradisional, yaitu dengan diaduk manual di atas tungku api kayu bakar yang terus menyala.

Bahan baku pembuatan dodol terdiri dari tepung ketan, santan, gula aren hingga gula pasir.

Sementara prosesnya harus diaduk kurang lebih delapan jam sampai teksturnya benar-benar kenyal, matang dan siap untuk dicetak.

Adel mengungkapkan, dodol di tempatnya terdiri dari dua varian rasa, yaitu original dan wijen, dengan lima pilihan ukuran mulai dari 250 hingga 5.000 gram.

Pesanan dodol Betawi buatannya datang dari berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek bahkan hingga Surabaya dan Bali.

“Pembeli dari sekitar Tangsel, Tangerang. Ke Bali juga ada, Surabaya dan lainnya. Harganya kalau di saya Rp65 ribu per kilo,” ungkapnya.

Untuk menunjang orderan yang terus meningkat, Adel mengaku sampai harus menambah karyawan dari yang sebelumnya hanya lima kini menjadi 20 orang.

Ia memprakirakan permintaan dodol akan terus meningkat hingga mendekati Lebaran.

“Kalau Ramadan gini bisa sampai 20 orang. Nanti menjelang lebaran, H-5 itu bisa sampai 24 jam (proses pembuatan dodol),” pungkasnya.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
Iis Suryani
Editor
Andre Pradana
Reporter