TANGSELIFE.COM – Profil Kamala Harris, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), banyak dicari sejak maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2024.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS Joe Biden resmi mundur pada pencalonan capres di Pemilu AS dari Partai Demokrat.

Oleh sebab itu, Joe Biden mempromosikan Wakil Presiden AS Kamala Harris sebagai kandidat pengganti dari Partai Demokrat.

Dengan demikian, Kamala Harris akan menjadi rival Donald Trump dari Partai Republik untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di AS pada November 2024 nanti.

Profil Kamala Harris

Sepanjang sejarah, Kamala Harris merupakan wanita kulit hitam pertama yang menduduki jabatan sebagai Wakil Presiden AS.

Bernama lengkap Kamala Devi Harris, ia lahir pada 20 Oktober 1964 di Oakland, California, AS.

Ayahnya adalah orang Jamaika yang mengajar di Universitas Stanford, sementara sang ibu yang putri seorang diplomat India, adalah seorang peneliti kanker.

Adik perempuan Kamala yang bernama Maya adalah advokat kebijakan publik.

Pada 1986, Kamala lulus dari bidang ilmu politik dan ekonomi di Howard University.

Tiga tahun kemudian, Kamala memperoleh gelar sarjana hukum dari Hastings College.

Kamala yang berusia 59 tahun ini siap mengalahkan Donald Trump pada Pemilu AS 2024 sebagai capres dari Partai Demokrat.

Sebelum menjabat Wapres AS, wanita keturunan India ini bertugas di Senat AS selama 2017–2021 dan Jaksa Agung California pada 2011–2017.

Kamala menyampaikan pidato yang mengesankan pada Konvensi Nasional Partai Demokrat 2012.

Penampilannya di konvensi tersebut pula yang menjadi modalnya untuk meningkatkan profil nasionalnya.

Dua tahun pasca konvensi, Kamala menikah dengan pengacara Douglas Emhoff.

Selanjutnya, Kamala pun direkrut untuk mencalonkan diri di kursi Senat AS yang dipegang oleh Barbara Boxer, yang akan pensiun.

Pada awal 2015 Kamala mendeklarasikan pencalonannya di Senat AS.

Dalam kampanyenya, Kamala menyerukan reformasi imigrasi dan peradilan pidana, kenaikan upah minimum, dan perlindungan hak-hak reproduksi perempuan.

Berbekal kampanyenya tersebut, Kamala dapat dengan mudah memenangi Pemilu 2016 dan resmi menjabat pada Januari 2017.

Posisi tersebut membuat Kamala menjadi orang Amerika keturunan India pertama sekaligus wanita kulit hitam kedua di Senat AS.

Ia memecahkan rekor jumlah suara terbanyak yang tertahan hampir 200 tahun.

Kamala pun mulai bertugas di Komite Intelijen dan Komite Kehakiman dengan gaya penuntutannya dalam menanyai para saksi selama persidangan.

Pada 2020, Kamala Harris sempat mengumumkan bahwa ia sedang mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.

Kamala dipandang sebagai salah satu kandidat utama dan ia menarik perhatian khusus ketika dalam debat pendahuluan.

Sayangnya, ia terlibat perselisihan dengan sesama kandidat yang akhirnya terpilih pada Pilpres AS 2022, Joe Biden.

Peran Kamala Harris sebagai Wapres AS

Kamala ditugaskan menangani berbagai masalah, termasuk migrasi di perbatasan selatan, hak memilih, dan aborsi.

Kamala kemudian menjadi pembela yang vokal dan efektif untuk hak perempuan atas layanan kesehatan, termasuk aborsi.

Hal tersebut berlanjut hingga kampanye 2024, di mana Kamala rajin memperingatkan jika Donald Trump terpilih, maka akan semakin membatasi akses perempuan terhadap layanan aborsi.

Kini, Biden telah resmi mengundurkan diri dari Pilpres AS 2024 dan mengumumkan dukungannya untuk Kamala.

“Atas nama rakyat Amerika, saya berterima kasih kepada Joe Biden atas kepemimpinannya yang luar biasa sebagai Presiden Amerika Serikat dan atas pengabdiannya selama puluhan tahun kepada negara kita,” ujar Kamala.

“Saya merasa terhormat mendapat dukungan dari Presiden dan niat saya adalah untuk mendapatkan dan memenangkan nominasi ini,” tandasnya.

Profil Kamala Harris
Profil Kamala Harris. Foto: Instagram @vp
Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Dien
Reporter