TANGSELIFE.COM – Simak profil Sagil Muhammad Rizki, seorang pelajar SD asal Kota Jambi yang belakangan ini viral karena punya tinggi tak biasa dari teman-teman sebayanya.

Saat ini Sagil memiliki tinggi badan 1,96 meter dengan berat 95,7 kilogram dan ukuran kaki 52.

Padahal, laki-laki tersebut baru duduk di kelas 6 sekolah dasar dan usianya baru 12 tahun.

Viralnya Sagil pertama kali dibagikan oleh akun Facebook Puraji Ghey Alam Barajo pada 7 Mei 2024 lalu.

Dalam unggahannya tersebut ia mengunggah potret Sagil bersama tiga teman sebayanya dan satu orang laki-laki dewasa.

Foto tersebut memperlihatkan sosok Sagil Muhammad Rizki yang sangat tinggi, berbeda jauh dari empat orang di sebelahnya.

Tak hanya berbeda dari teman sebaya, tinggi badan Sagil juga melebihi rata-rata tinggi badan orang Indonesia.

Dari hasil pemeriksaan dokter, Sagil diketahui tak mengidap penyakit apapun dan kemungkinan akan terus bertambah tinggi sampai 2,2 meter.

Di samping itu, keluarga besar Ragil tak ada yang memiliki tinggi badan melebihi ukuran normal orang Desa Belui, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Apa yang ia makan juga normal, tak ada yang berbeda dari orang lain.

Namun ‘keajaiban’ mengenai tinggi badan Sagil itu datang saat ia berusia 2 tahun. Tubuhnya tumbuh dengan cepat berbeda dengan anak-anak lainnya.

Tinggi Badan Sagil Muhammad Rizki Terlihat Berbeda Sejak Usia 2 Tahun

Sagil Muhammad Rizki

Sagil Muhammad Rizki merupakan anak kedua dari pasangan Hermanudin dan Susi Herlina.

Ia lahir di Kabupaten Kerinci, Jambi pada tanggal 7 Juni 2012 silam. Hal itu menandakan ia baru akan memasuki usia 12 tahun di 2024 ini.

Ibu Sagil yakni Susi Herlina menceritakan kalau anaknya tersebut lahir dalam kondisi normal, di mana berat tubuhnya 3 kg dan tinggi 49 cm atau sama dengan rata-rata bayi lain yang lahir normal.

Sagil juga hanya mengonsumsi ASI sampai 6 bulan, setelah itu ia diberikan makanan tambahan bubur bayi.

Tinggi badan Sagil Muhammad Rizki baru terlihat berbeda dengan anak lain saat usianya 2 tahun.

Setelah itu, Susi melanjutkan, tubuh Sagil tiap tahunnya semakin bertambah tinggi dan memiliki postur yang gemuk.

Bahkan, Sagil sempat malu saat duduk di kelas 4 SD lantaran merasa berbeda dengan teman-temannya.

Seiring dengan berjalannya waktu, Sagil sudah bisa menerima keadaan kondisi tubuhnya dan sekolah serta bergaul seperti biasanya.

Sebagai orang tua, Susi berharap yang terbaik untuk anaknya dan berharap Sagil bisa memilih sekolah lanjutan terbaik usai mendapat tawaran dari sekolah di Jakarta dan Bandung.

Dua sekolah yang menawarkan pendidikan kepada Sagil tersebut dikabarkan akan menanggung seluruh biaya sekolah Sagil.

Bahkan, ia akan dilibatkan dalam tim bola basket mereka.

Punya Postur Tubuh yang Tinggi dan Besar, Sagil Kesulitan Cari Ukuran Baju

Sagil Muhammad Rizki

Karena postur tubuh yang tinggi dan besar, Sagil Muhammad Rizki sering kesulitan mencari ukuran pakaian yang pas, terutama seragam sekolah.

Kala itu Susi menyadari tubuh anaknya tumbuh tinggi lebih cepat daripada teman-temannya karena Sagil sering ganti seragam setiap tahun ajaran baru.

Susi sendiri mengaku kesulitan mencarikan pakaian dengan ukuran yang pas untuk putranya.

Oleh karena itu, setiap kali Sagil membutuhkan baju baru, sang ibunda memilih untuk memesan pakaian kustom yang ukurannya bisa disesuaikan dengan tubuh anaknya.

Salah satunya untuk baju seragam. Sagil selalu mengukur dan memesannya terlebih dahulu.

Adapun ukuran baju Sagil saat ini adalah XXXXL dengan ukuran celana 38 dan ukuran alas kaki nomor 50.

Pakaian kustom itu pun kerap lebih mahal daripada pakaian pada umumnya. Susi pun mengaku sempat kesulitan memenuhi kebutuhan pakaian anaknya.

Namun bagi Susi, yang terpenting adalah kenyamanan Sagil Muhammad Rizki.

“Dengan kondisi hidup yang pas-pasan kita sangat kesulitan soal harga, tapi harus gimana lagi karena kebutuhan tetap kita usahakan,” ucap Susi.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Dwi Oktaviani
Editor
Dwi Oktaviani
Reporter