TANGSELIFE.COM – Sebagai salah satu wilayah penyangga Jakarta, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) harus menghadapi tantangan yang cukup serius, yaitu kemacetan.

Letak wilayah yang strategis membuat arus urbanisasi di kota bermotto Cerdas, Modern dan Religius itu meningkat cukup pesat. Peningkatan tersebut dibarengi dengan bertambahnya jumlah kendaraan pribadi sehingga berdampak pada tingginya volume arus lalu lintas.

Sadar akan kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyusun dan melakukan berbagai langkah untuk mengurai kemacetan.

Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat mengatakan, salah satu kebijakan yang diambil yaitu dengan menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) di beberapa ruas jalan yang kondisinya semrawut.

Ayep menjelaskan, sistem satu arah diterapkan dengan tujuan untuk mengurangi titik konflik antar pengendara sehingga potensi penumpukan kendaraan dapat diminimalisir.

“Ada beberapa langkah kebijakan yang sudah kita susun dan jalankan, salah satunya penerapan sistem satu arah,” kata Ayep.

dishub tangsel
Petugas Dishub Tangsel saat sedang mengatur kemacetan di wilayah Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangsel. Foto: Dishub Tangsel

Selama tahun 2025, empat ruas jalan yang berada di wilayah Kecamatan Pamulang, Pondok Aren hingga Ciputat sudah diberlakukan SSA.

Keempat ruas jalan itu diantaranya simpang Bukit Cirendu yang meliputi jalan Perintis dan jalan Cabe II, Kecamatan Pamulang; jalan Garut Barat, Kecamatan Pondok Aren; dan jalan Haji Usman, Kecamatan Ciputat.

Sedangkan hingga akhir tahun ini, rencananya akan ada tiga titik ruas jalan lagi yang akan diterapkan sistem satu arah. Ketiga titik itu seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Pamulang yang meliputi jalan Kemiri, jalan Kunir dan jalan Kayu Manis.

Di samping itu, Dishub Tangsel juga akan melakukan penertiban terhadap beberapa u-turn atau putaran balik yang dinilai menjadi penyebab terhambatnya kelancaran lalu lintas.

Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis Dishub Tangsel, terdapat beberapa u-turn yang akan dirapihkan, mulai dari jalan Raya Rawa Buntu, jalan Raya Serpong hingga jalan Ciater Raya. Nantinya proses penertiban dan pembuatan u-turn terlindung akan menggandeng pihak Pemerintah Provinsi Banten.

“Perapihan dan rencana pembuatan u-turn terlindung agar tidak menghambat laju lalu lintas nantinya akan dikerjasamakan dengan Pemprov Banten,” ungkapnya.

Efektifitas Penerapan Sistem Satu Arah

dishub tangsel
Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat. Foto: Andre Pradana/Tangselife

Ayep menjelaskan, berdasarkan evaluasi pihaknya, penerapan sistem satu arah terbukti mampu mengurai penumpukan kendaraan.

Untuk di Simpang Bukit Cirendeu, sebelumnya panjang kemacetan di jalan Cabe Raya ke arah Cirendeu mencapai kurang lebih 1,5 kilometer pada jam sibuk, kini hanya menjadi di bawah 300 meter. Sedangkan kemacetan menuju arah Pamulang yang semula sepanjang 453 meter kini menjadi 231 meter.

Untuk di jalan Cabe II dan jalan Perintis yang semula kemacetan mencapai panjang lebih dari 30 meter kini terpantau tidak ada antrean.

“Konflik lalu lintas crossing di titik tersebut menurun hingga 50 persen,” jelasnya.

Untuk di jalan Garut Barat, panjang antrean rata-rata setelah penerapan sistem satu arah berkurang hingga mencapai 60 persen.

Sementara titik konflik lalu lintas pada simpang tiga jalan AMD dan jalan Garut Barat yaitu dari 9 titik berkurang menjadi 4 titik dan titik konflik lalu lintas pada simpang empat jalan Graha Raya, jalan Garut Barat dan jalan Garut Timur yaitu dari 32 titik berkurang menjadi 3 titik setelah dilakukannya penerapan sistem satu arah.

Sedangkan untuk di jalan Haji Usman Ciputat, volume kendaraan tertinggi tercatat pada pagi hari yaitu dari arah jalan Aria Putra menuju jalan KH Dewantara yang mencapai 1.063 kendaraan per jam, untuk ruas sebaliknya mencapai 672 kendaraan per jam.

Selain karena banyaknya kendaraan yang melintasi jalan itu, kemacetan juga disebabkan oleh masyarakat yang memarkirkan kendaraannya sembarangan.

Berdasarkan temuan anggota Dishub di lapangan, lebar jalan Haji Usman sendiri tercatat 7,2 meter, kemacetan di lokasi itu disebabkan karena tidak tertibnya masyarakat dalam memarkirkan kendaraannya hingga di badan jalan yang membuat lebar jalan menjadi berkurang.

Dengan adanya penerapan sistem satu arah, titik konflik di jalan itu berkurang hingga 60 persen.

Mengintegrasikan Transportasi Umum dan Sediakan Pelayanan Bus Sekolah Gratis

Selain itu, Dishub Tangsel juga terus berupaya mengurangi volume kendaraan dengan menghadirkan layanan transportasi umum yang nyaman dan terintegrasi.

Dengan begitu diharapkan masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi menjadi menggunakan transportasi umum.

Terbaru, Rencana Umum Jaringan Trayek (RUTJ) di Kota Tangsel telah disetujui oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia. Di dalam RUTJ itu nantinya akan ada 33 trayek angkutan perkotaan yang akan menjangkau seluruh sudut kota.

“Trayek itu nantinya tidak hanya menambah alternatif angkutan, tetapi juga menjangkau seluruh kawasan permukiman, pusat perdagangan dan jasa, fasilitas pemerintahan, terminal, hingga stasiun,” ujar Ayep.

“Nantinya seluruh kendaraan yang digunakan juga wajib diperbarui agar sesuai dengan standar pelayanan publik yang aman dan nyaman, tambahnya.

Ayep menerangkan, transportasi publik ini nantinya akan menggabungkan moda feeder dan Bus Rapid Transit (BRT) yang saling terintegrasi. Hal itu juga disiapkan menyambut kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) yang direncanakan akan hadir di Kota Tangsel.

Tak hanya itu, upaya lain yang dilakukan Dishub Tangsel untuk mengurai kemacetan yaitu dengan menghadirkan layanan Bus Sekolah Gratis.

Kehadiran Bus Sekolah Gratis diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan yang mengantarkan peserta didik ke sekolah yang berpotensi terjadinya penumpukan kendaraan dapat diminimalisir.

Saat ini terdapat 10 armada Bus Sekolah Gratis yang beroperasi di sembilan rute di wilayah Tangsel setiap harinya.

10 armada Bus Sekolah Gratis itu tercatat melintasi puluhan sekolah baik swasta maupun negeri mulai dari SD hingga SMA.

“Berbagai upaya terus kita lakukan untuk mengurai masalah kemacetan di Kota Tangsel,” pungkasnya. (ADV)

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Dwi Oktaviani
Editor
Andre Pradana
Reporter