TANGSELIFE.COM – Jumlah jemaah haji Indonesia 2024 yang wafat saat beribadah haji di Tanah Suci kian bertambah hingga hari ke-30, Senin 10 Juni 2024.

Bersumber dari laman Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag), jemaah haji Indonesia yang wafat hingga hari ke-30 berjumlah 84 orang.

80 jemaah haji yang wafat berasal dari jemaah kategori reguler sebanyak 81 orang dan haji khusus 3 orang.

Masih menurut data dari Siskohat, jumlah jemaah haji yang wafat didominasi oleh faktor lanjut usia (lansia), termuda usia 31 tahun dan tertua 88 tahun.

Lebih lanjut, nyaris seluruh jemaah haji yang wafat dilaporkan masuk ke dalam kategori kesehatan risiko tinggi (risti).

Meski begitu, angka kematian jemaah haji hingga hari ke-30 operasional haji tahun 2024 relatif menurun jika dibandingkan tahun 2023 sebanyak lebih dari 118 orang.

Fasilitas Kesehatan Jemaah Haji Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Tim kesehatan Kemenkes RI, yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga promosi kesehatan, disebar ke 16 sektor, yakni 11 di Makkah dan 5 di Madinah.

Selain itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) turut menyediakan pos kesehatan di bandara dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah.

Puskes Haji Kemenkes pun mendirikan klinik kesehatan satelit di jalur lalu-lalang jemaah dari hotel ke masjid.

Klinik satelit menyediakan ruang periksa dan tempat tidur untuk jemaah yang merasa kurang sehat.

“Kami rekomendasikan jemaah yang merasa tidak enak badan untuk memeriksa diri dulu ke klinik sebelum keluar hotel,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Liliek Marhaendro Susilo.

Dien
Reporter