TANGSELIFE.COM – Ratusan pelamar kerja memadati sebuah warung seblak di Ciamis, Jawa Barat yang sedang mencari pegawai baru.

Layaknya mencari pekerjaan di perusahaan besar, pelamar kerja di warung seblak tersebut membuat antrean mengular sambil memegang surat lamaran di tangan mereka.

Jumlah pelamar kerja di warung seblak yang diperkirakan mencapai ratusan orang ini viral di TikTok usai diunggah oleh akun @tenihartati10 pada Sabtu, 18 Mei 2024.

Dalam video yang dibagikan nampak ratusan orang yang mayoritas perempuan itu berbaris membuat antrean panjang.

Masing-masing dari pelamar kerja di warung seblak memegang amplop besar yang diyakini berisi surat lamaran pekerjaan.

Dijelaskan dalam video bahwa warung seblak yang dipadati para pelamar itu memang cukup terkenal. Bahkan, antrean mereka menutup jalan dan memadati halaman ruko yang ada di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, ratusan pelamar juga memadati bagian dalam warung seblak untuk menunggu giliran mereka.

Berdasarkan laporan dari kolom komentar, jumlah pegawai yang dicari untuk warung seblak itu hanyalah 20 orang.

Sontak, momen pelamar kerja di warung seblak ini pun menjadi sorotan warganet.

Tak sedikit yang beranggapan jika momen ini menjadi bukti sulitnya mencari pekerjaan di Indonesia.

“Sesulit itu ternyata nyari kerja,” ucap warganet di kolom komentar.

“Ini baru warung seblak, apalagi di PT PT, sebanyak apa. Semangat ya pejuang loker, semoga secepatnya dapat kerjaan, di mana pun itu tetap semangat,” sahut yang lain.

Di samping itu, warganet juga menyentil para politikus termasuk presiden dan wakil presiden terpilih untuk bisa memberi solusi ketika sudah dilantik.

“Yang janji 10 juta lapangan pekerjaan kemana kali ya?” tanya warganet.

“Pantas pak presiden nyariin kerja buat anaknya, ternyata memang susah dapat kerja kalau nggak orang dalam,” balas netizen lain.

“Indonesia sebenarnya udah over populasi nggak sih? Kalau pemerintah nggak ambil tindakan bisa dibayangkan 5 sampai 10 tahun lagi kayak apa?” imbuh netizen lain.

Seperti yang sudah menjadi permasalahan sehari-hari, jumlah pencari kerja di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya.

Pemerintah sendiri kerap menjanjikan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Kendati demikian, realita saat ini memang dianggap sebagian masyarakat tak maksimal.

Buktinya, masih banyak masyarakat yang menganggur.

Walaupun perusahaan swasta juga sering membuka lowongan, tapi kuota yang dibutuhkan memang terbatas sesuai yang dibutuhkan perusahaan.

Di samping itu, ada syarat dan kriteria yang cukup tinggi sehingga menyulitkan pelamar kerja untuk maju.

Dwi Oktaviani
Editor
Dwi Oktaviani
Reporter