TANGSELIFE.COM– Tindakan cabut gigi merupakan hal yang mengerikan untuk sebagian orang, baik anak-anak maupun dewasa.

Apalagi baru-baru ini beredar pemberitaan viral tentang seorang perempuan asal Ngawi yang meninggal usai melakukan tindakan operasi pencabutan gigi.

Namun, kejadian tersebut sangat langka bahkan kemungkinan meninggal pasca cabut gigi sangat kecil sekali.

Maka untuk menghindari hal tersebut perlu untuk melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh agar tidak terjadi komplikasi.

Adapun, kondisi yang mengharuskan seseorang untuk cabut gigi adalah ketika gigi mengalami kerusakan parah, gigi infeksi, hingga gigi telah membusuk.

Kapan Seseorang Harus Cabut Gigi? Berikut Kondisi yang Perlu Tindakan Pencabutan Gigi

Cara cabut gigi yang aman
Segera cabut gigi jika mengalami kondisi ini

1. Gigi berlubang parah

Gigi berlubang terjadi karena adanya infeksi bakteri, maka haru dilakukan penanganan yang tepat agar tidak melebar dan merusak saraf

Untuk mengobati gigi berlubang ini ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan mulai dari perawatan saluran akar, hingga opsi terakhir yakni pencabutan gigi.

2. Penyakit gusi parah

Kondisi yang mengharuskan seseorang untuk cabut gigi adalah ketika terjadi peradangan yang merusak gigi dan tulang penunjangnya.

Pasalnya, jika penyakit gusi parah ini dibiarkan mengakibatkan gigi goyang hingga tidak bisa melakukan fungsinya dengan normal.

3. Gigi tidak beraturan

Terbatasnya ruang di dalam rahang untuk menampung gigi yang susunannya berantakan dan terlalu menumpuk, maka pencabutan gigi bisa menjadi alternatifnya.

Tindakan pencabutan gigi ini biasanya ditawarkan oleh dokter gigi sebelum dipasangkan kawat, agar struktur gigi menjadi lebih rapi dan terstruktur.

Selain itu, ada terdapat kondisi lain yang mengharuskan seseorang melakukan tindakan cabut gigi, yakni:

  • Mengalami kecelakaan atau benturan yang membuat gigi patah hingga ke akar dan syarafnya mati
  • Jumlah gigi yang melebihi kondisi normal
  • Penyakit infeksi akut pada rongga mulut

Berikut Tips Aman Cabut Gigi

1. Konsultasi ke dokter gigi

Cara cabut gigi yang aman

Sebelum melakukan tindakan cabut gigi maka dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter gigi terlebih dahulu.

Ceritakan keluhan kepada dokter gigi dan mintalah untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, seperti rontgen untuk melihat struktur gigi.

Kemudian, dokter gigi akan merekomendasikan tindakan yang sesuai prosedur untuk mengobati keluhan Anda.

Pencabutan gigi biasanya akan menjadi opsi terakhir apabila prosedur perawatan saluran akar sudah tidak bisa dilakukan.

2. Kenali prosedur pencabutan gigi yang dilakukan

Tindakan cabut gigi bervariasi dan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pasiennya, mulai dari opsi pencabutan gigi ringan hingga operasi cabut gigi.

Tanyakan kepada dokter gigi yang menangani mulai dari berapa lama waktu tindakan dan bagaimana proses tindakan, hingga perawatan yang harus dilakukan pasca tindakan.

3. Jangan konsumsi alkohol dan aspirin

Sebelum melakukan tindakan pencabutan gigi maka hindari minuman beralkohol dan mengonsumsi obat aspirin.

Pasalnya, minuman alkohol dan aspirin bisa memicu pendarahan hebat usai tindakan cabut gigi.

4. Konsumsi makanan dan minuman yang dianjurkan

Hal yang harus diperhatikan sebelum tindakan pencabutan gigi adalah dengan memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Satu hari sebelum tindakan hindari makanan berat dan minuman yang membuat kesensitifan gigi semakin bertambah.

Kemudian, setelah tindakan pencabutan gigi pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak terlalu dingin atau panas.

Konsumsi makanan yang memiliki tekstur lembut, misalnya bubur, telur, oatmeal, dan lain-lainnya.

Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan agar prosedur penyembuhan bisa lebih cepat.

Jihan Hoirunisa
Reporter