TANGSELIFE.COM– Pembangunan proyek MRT Cikarang-Balaraja bakal segera dimulai dan ditargetkan akan groundbreaking pada Agustus 2024 mendatang.

Proyek MRT lintas Timur-Barat ini akan segera digarap usai Pemerintah Indonesia mendapatkan pinjaman dari Pemerintah Jepang senilai 140,699 miliar yen atau sekitar Rp14,49 trilun pada 13 Mei 2024.

Adapun untuk groundbreaking jalur MRT Cikarang-Balaraja pada bulan Agustus adalah membangun fase 1 tahap 1 dari Medan Satria-Tomang sepanjang 24,5 km.

Kemudian, akan dilanjutkan ke arah Rorotan sebagai depo dengan panjang 5,9 km, jadi total rute yang bakal dibangun pada fase 1 tahap 1 MRT lintas Timur-Barat ini sepanjang 30,4 km.

Rencananya pembangunan proyek MRT Cikarang menuju Balaraja fase 1 tahap 1 total ada 21 stasiun yang terdiri dari 13 stasiun elevated dan 8 stasiun bawah tanah.

Target pembangunan jalur MRT Medan Satria-Tomang dan Rorotan ini bisa beroperasi pada tahun 2031.

Ini Tahapan Pembangunan MRT Cikarang-Balaraja yang Bakal Groundbreaking Pada Agustus 2024

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang telah menyepakati Perjanjian Pinjaman Lunak Official Development Assistance (ODA) senilai Rp14,49 triliun.

Pinjaman tersebut digunakan untuk melakukan pembangunan MRT Cikarang-Balararja fase 1 tahap 1 untuk wilayah Medan Satria-Tomang dan Rorotan yang bakal groundbreaking bulan Agustus 2024.

Diketahui bahwa MRT lintas Timur-Barat ini akan membentang sepanjang 84 km yang melintasi Balaraja, Tangerang, hingga Cikarang, dan Bekasi.

Untuk pengerjaannya sendiri akan terbagi dalam empat tahap, yakni fase 1 tahap1 Tomang-Medang Satria terdiri dari 21 stasiun.

Lalu, untuk fase 1 tahap 2 jalur Tomang-Kembangan terdiri dari 6 stasiun elevated. Fase 2 Timur jalur Medan Satria-Cikarang terdiri dari 7 stasiun elevated.

Kemudian, fase 2 Barat jalur Kembangan-Balaraja dengan 14 stasiun elevated. Untuk saat ini pembangunan jalur Timur-Barat ini akan mulai di area Jakarta dulu.

Sedangkan, untuk pembangunan MRT Cikarang-Balaraja fase 1 tahap 2 jalur Tomang-Kembangan masih perlu kajian terlebih dahulu.

Sebagai informasi, MRT Jakarta jalur Timur-Barat akan terintegrasi dengan jalur Utara-Selatan dengan titik temu di Stasiun Thamrin yang saat ini sedang dibangun.

Jihan Hoirunisa
Reporter