TANGSELIFE.COM– Tagar All Eyes On Rafah kini sedang menggema di berbagai platform media sosial mulai dari Instagram dan X sejak hari Senin, 27 Mei 2024.

Bahkan, sampai dengan hari Selasa, 28 Mei 2024 malam, tagar All Eyes On Rafah menduduki trending nomor 1 di platform X untuk regional Indonesia.

All Eyes on Rafah ini menjadi trending bersamaan dengan kecaman netizen dunia terhadap kekerasan dan pengeboman yang dilakukan Israel.

Beragam ilustrasi dan video serta poster terkait serangan Israel yang mengenai tenda pengungsi ini menjadi viral di media sosial.

Tagar All Eyes on Rafah ini dicuitkan lebih dari 150 ribu kali di platform X dan telah dibagikan lebih dari 11,5 juta unggahan story Instagram.

Lantas, apa maksud dari tren yang digaungkan oleh warganet terkait All Eyes on Rafah? berikut ulasannya.

Arti Tagar All Eyes on Rafah yang Trending di Instagram dan X

All Eyes on Rafah merupakan seruan, ajakan, dan kampanye bagi masyarakat dunia internasional atas apa yang terjadi di Rafah, Kota Gaza, Palestina.

Tagar All Eyes on Rafah yang diserukan oleh para warganet ini merupakan bentuk kepedulian terhadap konflik yang dialami masyarakat Palestina.

Sementara itu, arti “All Eyes on Rafah” secara harfiah ini adalah “Semua mata tertuju pada Rafah”, ini untuk menggambarkan situasi ketika semua mata terfokus dan tertuju pada Rafah.

Seruan All Eyes on Rafah ini muncuk saat Israel menyerang Rafah pada Februari 2024 lalu.

Kemudian tagar ini kembali diserukan dan trending setelah Zionis memborbardir lokasi pengungsian warga Gaza di Rafah pada hari Minggu, 26 Mei 2024 malam.

Selain tagar All Eyes on Rafah ini, deretan slogan sebagai bentuk dukungan kepada Palestina juga sering dibagikan oleh para warganet.

Salah satunya seperti simbol buah semangka yang juga menjadi ciri khas perlawanan dan indentitas masyarakat Palestina, sekaligus menjadi simbol pengganti bendera Palestina yang sering mengalami shadow banned.

Lalu, ada juga tagar “Occupation No More” sebagai bentuk penolokan okupasi dan perlawanan terhadap penjajahan kependudukan Israel di Palestina.

Jihan Hoirunisa
Editor
Jihan Hoirunisa
Reporter