TANGSELIFE.COM– Bantuan beras gratis sebanyak 10 kg telah didistribusikan untuk ratusan kepala keluarga (KK) di Kelurahan Ciater, Kota Tangerang Selatan.

Pembagian bantuan beras gratis ini dilakukan hari ini, 18 November 2023 di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) kota Tangsel.

Kepala DKP3 Kota Tangsel, Yepi Suherman mengatakan, pendistribusian beras gratis merupakan salah satu program yang diusung oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Untuk Kota Tangerang Selatan sendiri mendapatkan jatah bantuan dari Bapanas sebanyak 220 ton beras untuk 22.000 KK.

Yepi mengungkapkan, bahwa beras gratis ini dikhususkan untuk masyarakat yang tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Dinas Sosial (Dinsos).

Selain itu, Yepi juga menjelaskan bahwa bantuan ini terbagi ke beberapa tahap, untuk per satu tahap mendapatkan jatah 600 ton.

” Bantuan beras gratis sekarang telah masuk tahap ketiga untuk di Kelurahan Ciater, ada sekitar 600 KK yang dapat bantuan beras 10 kg,” ujar Yepi.

Selain Bantuan Beras 10 Kg, Warga Tangerang Selatan juga Akan Mendapatkan Ayam dan Telur Gratis.

Bantuan beras, daging ayam, dan telur gratis
Selain beras gratis, 200 KK di Kelurahan Ciater juga terima bantuan 1kg daging ayam dan 10 butir telur.

Yepi juga menegaskan bahwa, selain beras, pihaknya juga telah melakukan pendistribusian 1kg daging ayam dan 10 butir telur gratis untuk 200 KK di Kelurahan Ciater.

Adapun bantuan ayam dan telur gratis ini menjadi upaya untuk mengatasi permasalahan stunting yang hingga kini masih terjadi di wilayah Tangsel.

Kota Tangerang Selatan sendiri mendapatkan kuota 8.000 KK untuk pendistribusian ayam dan telur gratis.

” Di luar warga yang menerima bantuan beras gratis, diberikan juga ayam 1 kg dan 10 butir telur. Khusus untuk di Kelurahan Ciater 200 KK penerima,” jelas Yepi.

Sementara itu, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan, masyarakat yang menerima beras gratis, daging ayam, dan telur berdasarkan data yang tercatat di Kementerian terkait.

” KPM itu dari Kementerian Sosial dan terakhir sama Kemenko PMK, kalau untuk stunting atau Keluarga Risiko Stunting ( KRS) dari BKBN,” kata Arief.

” Badan pangan meminta dari kementerian, lembaga lain kemudian kita tugaskan BUMN untuk distribusi, jadi kita kurangi cashless by name by adress nya sudah ada,” jelasnya.