TANGSELIFE.COM- Diketahui ada sekitar 10 juta Gen Z menganggur berdasarkan data yang tercatat di Badan Pusat Statisik (BPS).

BPS memaparkan, sekitar 9,9 juta anak muda di rentang usia 15-25 tahun masuk kelompok Gen Z yang tidak mengikuti pendidikan, pekerjaan, dan pelatihan alias menganggur.

Data pengangguran Gen Z di Indonesia yang diambil oleh BPS ini didominasi oleh perempuan muda yakni ada sekitar 5,73 juta jiwa, sementara sisanya 4,17 juta adalah laki-laki.

Selain itu, menurut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, 10 juga Gen Z menganggur ini didominasi oleh mereka yang berusia 18-24 tahun.

Ida juga mengungkapkan alasan banyaknya Gen Z menganggur, karena mereka baru lulus sekolah dan tidak terikat dengan pendidikan apapun.

Pasalnya, untuk pengangguran berusia 18 tahun ini baru lulus SMA/SMK, dan pengangguran usia 24 tahun adalah lulusan S1/D4.

“Dilihat dari data, angka pengangguran di Indonesia ini terbanyak adalah mereka yang statusnya mencari pekerjaan dan sudah lepas dari pendidikannya,” jelas Ida.

Sebagai informasi, generasi Z atau Gen Z ini adalah orang-orang yang lahir pada periode 1997-2012.

Ini Penyebab Ada 10 Juta Gen Z Menganggur Menurut Menteri Ketenagakerjaan

Selain belum mendapatkan perkerjaan, alasan membeludaknya angka pengangguran Gen Z di Indonesia, karena tidak adanya kecocokan antara pendidikan serta pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja.

Hal ini terlihat dari banyaknya lulusan SMA/SMK yang menyumbang jumlah tertinggi dalam angka pengangguran Gen Z di Indonesia.

Maka untuk menjawab permasalahannya besarnya jumlah Gen Z menganggur ini Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022.

Perpres Nomor 68 Tahun 2022 ini menjadi upaya pemerintah untuk mengurangi kekeliruan dengan merevitalisasi pendidikan serta pelatihan dan mensinkronkan dengan pasar kerja.

Pemerintah akan terus mendorong pendidikan dan pelatihan kerja agar terus berorientasi dan melakukan penyesuaian dengan pasar kerja.

Antara pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan kerja harus senantiasa bersinergi untuk mengurangi jumlah Gen Z menganggur.

Sementara itu, Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharsi Manoarfa mengungkapkan, akan tersedia 12 juta lapangan kerja pada 2030 untuk industri perikanan, kelautan, perdagangan, transportasi, pariwisata, dan energi baru terbarukan.

 

Jihan Hoirunisa
Editor
Jihan Hoirunisa
Reporter