TANGSELIFE.COMRukun haji adalah sebuah perkara yang wajib dilaksanakan para jemaah selama menjalankan ibadah di Baitullah.

Haji sendiri merupakan rukun Islam kelima yang merupakan ibadah wajib umat Islam yang mampu secara fisik, mental, dan finansial.

Ibadah ini hanya bisa dilakukan pada bulan haji, seperti Syawal, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah yang mana puncaknya berlangsung pada 8-13 Dzulhijjah.

Dalam pelaksanaannya, ada enam rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh para jemaah.

Enam perkara rukun haji wajib dilaksanakan secara sempurna karena menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah tersebut.

Apabila salah satu rukunnya tak dilaksanakan, maka ibadah haji dianggap gugur atau tidak sah.

Rukun haji ini menjadi bagian dari inti ibadah tersebut dan tak bisa digantikan dengan membayar dam atau denda.

Rukun Haji Wajib Dilaksanakan agar Ibadah Sah

Rukun ibadah haji wajib dilaksanakan

Inilah 6 rukun haji wajib dilaksanakan agar ibadah sah yang meliputi Ihram, Wukuf di Arafah, Thawaf Ifadhah, Sai, Tahallul (mencukur rambut), dan tertib:

1. Ihram

Ihram atau berirham merupakan keadaan ketika seseorang sudah berniat menjalankan ibadah haji atau umrah.

Berikut ini bacaan niat haji yang wajib dipanjatkan:

وَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجًَةِ

Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma hajjan

Artinya:

“Saya niat haji dengan berirham karena Allah Ta’ala, aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk melakukan haji.”

Istilah fiqih menjelaskan bahwa ihram berarti niat untuk memasuki wilayah yang di dalamnya diberlakukan keharaman selama beribadah haji.

Beberapa di antaranya, jemaah pria tak diperkenankan mengenakan pakaian yang dijahit melainkan berupa kain.

Begitu juga dengan wanita yang tak diperkenankan mengenakan sarung tangan atau penutup wajah.

Kemudian, jemaah juga tak diperkenankan berhubungan suami-istri, membunuh, memotong rambut, dan menggunakan wewangian.

2. Wukuf di Arafah

Wukuf menjadi tanda puncak rangkaian ibadah haji. Di Padang Arafah, jemaah wajib membaca takbir dan tahmid.

Rukun haji ini menjadi pengingat ketika Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke bumi pertama kalinya dari Surga karena ingkar pada perintah Allah usai tertipu daya Iblis.

Mereka dipisahkan oleh Allah di dunia selama 40 tahun untuk tak bisa bertemu kembali.

Wukuf jadi rukun haji wajib dilaksanakan. Jika tidak, maka ibadah haji seseorang dinyatakan tidak diterima Allah SWT.

3. Tawaf di Ka’bah

Rukun haji selanjutnya adalah Tawaf. Kegiatan ini dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali di Masjidil Haram.

Ketika bertawaf, jemaah haji tak hanya sebatas berkeliling, tapi memperbanyak doa dan harus dalam keadaan suci dari hadas kecil atau hadas besar.

Putaran awal dan akhir untuk memulai tawaf ini dimulai dari tempat yang sejajar dengan Hajar Aswad di salah satu sudut Ka’bah.

Titik awal tawaf punya makna untuk umat Muslim yang mengartikan seseorang memulai hidup dan berakhir sama yakni kembali kepada Allah SWT.

4. Sa’i pada Shafa dan Marwa

Sa’i merupakan rukun haji wajib dilaksanakan yang dilakukan dengan berlari-lari kecil atau berjalan kaki sebanyak 7 kali dari bukit Shafa ke bukit Marwa dan sebaliknya.

Kedua bukit tersebut memiliki jarak sekitar 405 meter.

Hukum sa’i bagi para jemaah adalah wajib. Sa’i sendiri punya arti berusaha atau berjalaan.

Pelaksanaannya mengingatkan pada umat Muslim untuk selalu berusaha, sebagaimana yang dilalui istri Nabi Ibrahim yakni Siti Hajar yang sangat yakin mendapat pertolongan Allah SWT kala menghadapi situasi sulit.

5. Tahallul atau cukur rambut

Tahallul adalah rukun haji yang wajib dilakukan dengan cara mencukur rambut sejak awal saat sudah sampai Mina atau usai mabit dati Muzdalifah untuk melontar Jumratul Aqabah.

Saat seseorang mencukur rambut kepalanya secara keseluruhan, maka disebut halq. Sedangkan jika mencukur hanya sebagian rambut di kepala disebut taqshir.

Jemaah haji laki-laki diutamakan mencukur habis rambut di kepalanya. Sementara bagi wanita bisa memotong sebagian rambut dan tidak diperintahkan untuk mereka menghilangkan seluruh rambut di kepala.

Tahallul berarti menghalalkan atau memperbolehkan sesuatu yang sebelumnya diharamkan selama ibadah.

Pemotongan rambut ini punya makna penting sebagai tanda membuka lembaran kehidupan baru yang lebih baik sesuai tuntunan Allah SWT.

6. Tertib

Tertib merupakan rukun haji wajib dilaksanakan yang artinya mau melaksanakan ketentuan hukum manasik sesuai dengan urutan dan aturan yang ditetapkan.

Jika tidak tertib sesuai aturan selama menunaikan ibadah haji, maka ibadah haji jemaah tersebut bisa dianggap tak sah.

Itulah rangkuman mengenai rukun haji wajib dilaksanakan para jemaah agar ibadah mereka sah. Semoga bermanfaat, ya.

Dwi Oktaviani
Editor
Dwi Oktaviani
Reporter