TANGSELIFE.COM – Jajaran Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil membongkar lokasi pabrik pembuatan narkoba jenis tembakau sintetis, Kamis, 16 Mei 2024.

Lokasi tersebut tepatnya berada di dalam sebuah unit apartemen TreePark, jalan Raya Serpong, kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong.

Lokasi Apartemen tersebut diketahui berada dekat dengan rumah dinas Wali Kota Tangsel.

Kapolres Tangsel, AKBP Ibnu Bagus Santoso mengatakan, pembongkaran lokasi produksi narkoba tersebut bermula saat jajaran Satresnarkoba mengamankan dua orang berinisial AF (23) dan MR (20) pada Selasa (23/4).

Kedua tersangka tersebut diketahui merupakan warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Saat diamankan, kedua tersangka kedapatan membawa narkoba tembakau sintetis kurang lebih seberat 2 kilogram.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kedua tersangka mengaku mendapatkan narkoba tembakau sintetis dari wilayah Serpong.

“Sekitar pukul 19.30 WIB di Pondok Aren, Satresnarkoba Polres Tangsel, mengamankan dua tersangka,” kata Ibnu Bagus Santoso di Apartemen TreePark, Kamis, 16 Mei 2024.

Dari hasil pengembangan, jajaran Satresnarkoba Polres Tangsel akhirnya berhasil mengamankan pria dengan inisial MA (22) di jalan Sunburst, BSD Serpong.

Ibnu Bagus mengungkapkan, saat diamankan, MA kedapatan membawa narkoba tembakau sintetis dengan berat kurang lebih 1,6 kg dan sebuah kunci apartemen.

“Kemudian tim Satres Narkoba Polres Tangsel melakukan penggeledahan di apartemen tersebut yang mana di dalamnya terdapat laboratorium atau tempat memasak atau memproduksi narkotika jenis sintetis,” ujarnya.

Dari hasil penggeledahan tersebut pihak Kepolisian berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis dengan total keseluruhan mencapai 24 kilogram.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 subsider 113 ayat 2 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman pelaku dipidana dengan hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 6 tahun dan lama 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Andre Pradana
Editor
Andre Pradana
Reporter