TANGSELIFE.COM – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan mempertimbangkan untuk menambah pengolahan sampah berteknologi hydrodrive incinerator.

Pasalnya pengolahan sampah dengan teknologi tersebut diklaim dapat memusnahkan sampah dengan kapasitas hingga 60 ton perhari 

Dengan kapasitas pengolahan sebesar itu, permasalahan sampah di Kota Tangsel diklaim akan mampu teratasi dengan rata-rata 400 ton sampah yang dibuang ke TPA Cipeucang.

Jika dihitung, adanya teknologi hydrodrive incinerator dapat memusnahkan sebanyak 15 persen sampah dan meringankan beban TPA Cipeucang.

“Saya rasa kalau memang ada lahan-lahan nanti kedepan kita maksimalkan. Pengolahan sampah Ini dievaluasi dulu, kita lihat hasilnya seperti apa kalau bagus kita tambah lagi,” kata Pilar Saga Ichsan usai melakukan Safari Pemerintahan di Kecamatan Pamulang, Selasa, 19 Desember 2023.

Pilar mengungkapkan, selain mempertimbangkan lahan, pihaknya juga akan melihat ketersediaan anggaran untuk menambah teknologi serupa di wilayah lain.

Diketahui nilai investasi untuk membuat sistem pengolahan sampah berbasis teknologi hydrodrive incinerator dibutuhkan anggaran sekira Rp10,5 miliar dan luas lahan sekira 5.000 meter

“Jika masih ada anggaran kedepan dan masih ada lahan yang bisa dipakai yang ada izinnya untuk pengolahan sampah bisa kita maksimalkan,” pungkas Pilar.

Sampah
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat meninjau proses pengolahan sampah dengan teknologi Hydrodrive Incinerator di Pondok Aren. Foto: instagram @pilarsaga_official

Sebelumnya anggota Komisi IV DPRD Kota Tangsel, Alexander Prabu menantang Pemkot Tangsel untuk mampu memperbanyak pengelolaan sampah dengan teknologi hydrodrive incinerator.

Pasalnya Alex mengungkapkan, sistem pengolahan sampah dengan teknologi tersebut diklaim dapat mengolah sampah hingga 60 ton perhari.

“Kalau di beberapa tempat ada, bayangan saya kalau kita setiap kecamatan punya satu saja alat incinerator lumayan kita bisa mengurangi sampah banyak,” tuturnya.

Alex mengungkapkan, dengan kebutuhan nilai investasi yang hanya sebesar Rp10,5 miliar, menurutnya APBD Kota Tangsel akan mampu membiayai program tersebut.

“Saya kira memang harus bertahap, yang penting ada upayanya, misalnya setiap tahun APBD dapat (membangun) 2 incinerator. saya kira bisa dan menurut saya harus bisa,” pungkas Alex. (Andre)

Intan
Editor
Intan
Reporter