TANGSELIFE.COM – Kualitas udara di Tangsel (Tangerang Selatan) masuk kategori tidak sehat pada Selasa, 14 Mei 2024 pagi.

Atas kondisi ini, Tangsel tercatat menjadi kota kedua paling berpolusi di Indonesia.

Adapun peringkat satu diduduki oleh Kota Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan situs pemantau kualitas udara di IQAir, indeks kualitas udara di Tangsel ada di level 167 AQI US pada Selasa pukul 08.00 WIB.

“Tingkat polusi udara tidak sehat bagi kelompok sensitif,” demikian keterangan di situs IQAir.

Dalam situs tersebut juga tercantum keterangan bahwa polutan utama udara di Tangsel yakni Particulate Matter (PM) 2.5.

Ini adalah partikel udara berukuran lebih kecil atau sama dengan 2.5 mikron (mikrometer).

Pengukuran konsentrasi PM 2.5 menggunakan metode penyinaran Beta dengan satuan mikrogram per meter kubik.

Situs IQAir mencantumkan konsentrasi PM 2.5 di Tangsel mencapai 43.4 µg/m³.

Jumlah kualitas udara di Tangsel tersebut 15.8 kali lipat di atas ambang panduan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO)

Dilaporkan pula cuaca di Tangsel pada hari ini berkabut dengan suhu 28 derajat celcius dan kelembapan udara 76%.

Angin di Tangsel ada di kecepatan sekitar 11.1 km/jam dan tekanan udaranya 1012 milibar (mb).

Kondisi terburuk pertama yakni Surabaya, Jawa Timur. Kemudian diikuti oleh Kota Tangerang Selatan, Banten, kemudian Jakarta, dan Bandung.

Dengan informasi kualitas udara di Tangsel hari ini, masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas outdoor, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor, mengenakan masker di luar ruangan, dan menyalakan penyaring udara.

Berikut 5 besar kota dengan tingkat polusi tertinggi di Indonesia berdasarkan IQAir:

1. Surabaya, Jawa Timur: 171 AQI US

2. Tangerang Selatan, Banten: 167 AQI US

3. Jakarta: 160 AQI US

4. Bandung, Jawa Barat: AQI US

5. Semarang, Jawa Tengah: 109 AQI US

Dwi Oktaviani
Editor
Dwi Oktaviani
Reporter