TANGSELIFE.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan minggu ini melakukan uji coba pengoperasian tiga unit bus sekolah gratis.

Layanan angkutan umum gratis itu diklaim sebagai salah satu upaya mengurangi polusi udara.

“Tanggal 7 atau 8 September 2023 sudah mulai uji coba,” kata Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan.

Sementara ini, bus sekolah baru melayani dua angkutan.

Diperkirakan ke depannya akan ditambah satu unit bus untuk menjangkau wilayah Kecamatan Ciputat.

Kapasitas bus diperkirakan sanggup menampung kurang lebih 30-40 orang yang bisa dimanfaatkan oleh semua tingkat pendidikan, seperti TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi secara gratis.

Adapun uji coba tiga unit bus sekolah melintasi rute pertama dari dan ke kantor Kecamatan Serpong Utara – JPO Melati Mas – halte Telkom – BSD Plaza – Taman Kota 1 – Ora Et Labora – bus stop Taman Perdamaian – Cikal Harapan – Stella Maris – Taman Granada Square Kencana Loka – Kencana Loka Sektor 12.5 – SMP Negeri 19 Tangsel – Tandon Ciater.

Kemudian untuk rute kedua kantor Kecamatan Serpong Utara – JPO Melati Mas – halte Telkom – BSD Plaza – Taman Kota 1 – Santa Ursula – halte Golden Madrid – Intermark – Islam Sinar Cendikia – Al Wildan – Bundaran Maruga – SMP/SMA Waskito – SMK Al Falah – SMKN 3 Tangsel – SMK Taruna Mandiri – SMKN 5 Tangsel – SMK 1926/TELKOM – SMK Letris.

Pilar Saga Ichsan akan memantau terlebih dahulu efektivitas animo para siswa.

Menurutnya, jangan sampai setelah dioperasikan, tetapi masih banyak kekurangan.

Apabila animo pelajar dan mahasiswa bagus, maka aka ditambah armada bus sekolah.

Trans Anggrek Dialihfungsikan untuk Bus Sekolah Gratis

Transportasi yang digunakan untuk bus sekolah di Tangerang Selatan adalah bus Trans Anggrek yang pada awalnya berfungsi sebagai moda transportasi massal untuk kurangi kemacetan di Tangsel.

Jalur bus yang dilewati Trans Anggrek terbagi ke beberapa koridor yang telah terhubung dengan terminal dan stasiun kereta.

Namun kini baru tiga unit yang siap dioperasiokan, sedangkan untuk lima unit lagi masih dilakukan pengecekan oleh pihak dinas.

Rencana layanan antar jemput anak sekolah gratis menggunakan bus tersebut juga sudah dibicarakan dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Perhubungan.

Alasannya, agar jam masuk antar sekolah bisa dibedakan sehingga pengangkutan siswa bisa maksimal.