TANGSELIFE.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat ada 461 kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada periode 1 Januari hingga 11 Mei 2024.

Kasus DBD di Tangsel mengalami peningkatan jika dibandingkan pada tahun 2023 lalu dengan periode waktu yang sama.

Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar mengatakan, 461 penderita DBD tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Tangsel.

Berdasarkan catatan Dinkes Tangsel, Pamulang menjadi kecamatan dengan sebaran penderita DBD di Tangsel terbanyak dengan total 91 kasus.

Diurutan kedua ada kecamatan Serpong dengan total 86 kasus, diikuti Kecamatan Ciputat dengan 73 kasus.

“Kecamatan Pondok Aren 65 kasus, Kecamatan Serpong Utara 63 kasus, Kecamatan Setu 42 kasus dan Kecamatan Ciputat Timur 41 kasus,” kata Alin, Senin, 13 Mei 2024.

Alin mengungkapkan, DBD sendiri merupakan penyakit endemis di Kota Tangsel, pasalnya kasus tersebut telah tercatat selama tiga tahun berturut-turut.

Kendati demikian, penyebaran kasus DBD di Tangsel dapat dikendalikan atau dicegah dengan cara melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dengan program gerakan satu rumah satu jumantik.

“Untuk pemutusan mata rantai penularan dengan cara melakukan penyemprotan fogging untuk wilayah yang terjadi penularan kasus DBD berdasarkan Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang dilakukan oleh petugas puskesmas,” terangnya.

Alin pun menghimbau kepada masyarakat untuk membersihkan lokasi atau barang yang dapat menampung air sehingga berpotensi menjadi tempat tumbuhnya jentik nyamuk.

“Oleh karena itu Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk antisipasi atau mengendalikan DBD dengan melakukan upaya PSN dengan 3 M plus diantaranya menguras, menutup dan mendaur ulang, serta menghindari gigitan nyamuk,” pungkasnya.

Dwi Oktaviani
Editor
Andre Pradana
Reporter